KemenKopUKM juga berupaya membuka akses pembiayaan kepada UMKM, mengingat porsi kredit perbankan terhadap sektor mikro masih rendah dibandingkan dengan negara lain.
Presiden Jokowi menargetkan agar porsi kredit perbankan mencapai 30 persen dari total kredit kepada UMKM.
Oleh karena itu, perbankan diimbau untuk mengadopsi pendekatan credit scoring yang efektif dalam meminimalisir risiko moral.
UMKM di masa depan diharapkan mampu menghasilkan produk berkualitas terstandardisasi dengan inovasi, desain, pengemasan, dan kontinuitas produksi yang diperhatikan.
Para pelaku UMKM juga perlu memiliki sikap terbuka terhadap perbaikan kualitas produk agar dapat berdaya saing di pasar lokal, domestik, ataupun luar negeri.
Baca Juga: Kejutan Cawapres: Erick Thohir, Ganjar, atau Prabowo? Tunggu Penentuannya!
Kerjasama di Kota Surakarta
Menteri Teten mengungkapkan bahwa Hari UMKM Nasional Tahun 2023 di Surakarta merupakan bentuk apresiasi terhadap kota yang kaya akan keberagaman budaya dan semangat kolaboratif yang tinggi.
UMKM di Kota Surakarta telah terbukti mampu dengan cepat beradaptasi dengan perubahan dan menghadirkan inovasi yang kreatif dalam produk dan layanan mereka.
Pada tahun 2022, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surakarta tumbuh sebesar 6,25 persen.
Angka ini mengalami tren positif sejak tahun 2020, yang didominasi oleh sektor penyediaan makanan dan minuman dengan pertumbuhan sebesar 43,62 persen, yang diperoleh dari UMKM.
"Kota Surakarta telah menjadi pusat ekosistem digital dengan meningkatkan kolaborasi dan kreativitas," kata Menteri Koperasi dan UKM.
Beberapa wadah kolaborasi seperti Solo Creative Hub, Solo Techno Park, Hetero Space, dan Lokananta Records menjadi contoh dari kolaborasi antara komunitas dan UMKM di Kota Surakarta.
Baca Juga: Menjelajahi Galaksi: Fakta Menarik tentang Alam Semesta yang Mengejutkan