Kemudian, pengembangan industri kreatif, fasilitas yang ramah bagi wisatawan muslim, pelayanan publik yang baik, serta kenyamanan bagi warga Kota Malang.
Kampung Tematik di Kota Malang adalah salah satu dari inovasi yang berhasil dalam upaya pengembangan destinasi wisata alternatif.
Dia mengatakan, bahwa Kampung Warna Warni menjadi daya tarik wisatawan dengan keindahannya di tengah kawasan padat penduduk.
Baca Juga: Kejutan Cawapres: Erick Thohir, Ganjar, atau Prabowo? Tunggu Penentuannya!
Melalui pengembangan kampung-kampung tematik dan pelestarian warisan budaya, Kota Malang telah menciptakan identitas yang unik dan menarik bagi wisatawan.
Keberhasilan ini menjadi bukti, bahwa dengan upaya dan komitmen yang tepat, sebuah daerah dapat membangun daya tariknya sendiri.
Dan, menjadi destinasi yang diminati oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Ida mengungkapkan semua itu saat menerima kunjungan
Dewan Bandaraya Kota Kinabalu (DBKK) Malaysia ke Kota Malang, Selasa (13/6/2023) seperti dilansir dari laman malangnkab.id.
Baca Juga: Jazz Gunung Bromo 2023: Menghadirkan Harmoni Musik dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Dia mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kunjungan tersebut dan merasa terhormat atas minat yang ditunjukkan oleh DBKK.
Diapun menjelaskan, bahwa kunjungan tersebut merupakan kehormatan bagi Pemerintah Kota Malang dan seluruh warganya.
Sementara itu, Ketua Pengarah DBKK Junainah Abbie, menyatakan ketertarikannya untuk datang ke Kota Malang setelah melihat keindahan Kampung Warna Warni.
Meskipun merupakan kampung padat penduduk di tepi sungai, namun kampung tersebut berhasil diubah menjadi tempat yang indah dan menarik.
DBKK berharap dapat mengadopsi konsep Kampung Warna Warni dan menerapkannya di Kota Kinabalu.***(FA)