Meski berlangsung singkat dengan penyerahan mas kawin, prosesi akhad nikah tebu pengantin juga disertai doa pengharapan.
Namun, dalam prosesi akhad nikah itu sepasang Tebu Pengantin tidak diturunkan dari kereta kuda.
Baca Juga: Mengenal Budaya dan Sejarah Indonesia Melalui Destinasi Wisata Sejarah
Kemudian sesudah selesai akhad nikah, kirab dilanjutkan menuju ke dalam pabrik. Ribuan warga berderet di sepanjang jalan masuk pabrik gula Madukismo.
Haji Suwondo selaku penghulu akhad nikah pengantin tebu, mengatakan Kirab Tebu Pengantin merupakan tradisi tahunan menjelang musim giling.
Menurut H Suwondo, Kirab Tebu Pengantin merupakan simbol pengharapan akan kemakmuran.
"Tiap tahun tebu yang dijadikan pengantin diberi nama berbeda. Kali ini pengantin tebu diberi nama Kiai Raditya dan Nyai Manis," kata H Suwondo usah akhad nikah.*** (KKT)