WartaPesona.com- Tanggal 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Perayaan Buku Anak Sedunia atau International Children's Book Day.
Perayaan ini diprakarsai oleh International Board on Books for Young People (IBBY) dan pertama kali diperingati pada tahun 1967.
Tujuan dari perayaan ini adalah untuk mempromosikan pentingnya buku anak-anak dalam kehidupan dan perkembangan anak-anak di seluruh dunia.
Baca Juga: Pentingnya Emotional Intelligence: Kemampuan Yang Semua Orang WAJIB Miliki!
Sejarah Hari Perayaan Buku Anak Sedunia bermula dari sebuah konferensi internasional yang diadakan di Denmark pada tahun 1960.
Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara yang membahas tentang pentingnya buku anak-anak dan kualitas buku yang harus tersedia untuk mereka.
Salah satu hasil dari konferensi ini adalah pembentukan International Board on Books for Young People (IBBY) yang didirikan pada tahun 1965.
Baca Juga: Sosok Awbimax, Pemuda Yang Mengkritik Kota Lampung Habisan-Habisan!
Dua tahun kemudian, pada tanggal 2 April 1967, IBBY memperingati Hari Perayaan Buku Anak Sedunia untuk pertama kalinya. Tanggal 2 April dipilih sebagai hari perayaan ini untuk memperingati kelahiran Hans Christian Andersen, seorang penulis dongeng terkenal asal Denmark.
Andersen dianggap sebagai salah satu penulis buku anak-anak paling terkenal dan dihormati di dunia.
Setiap tahunnya, IBBY memilih sebuah negara untuk menjadi fokus perayaan Hari Perayaan Buku Anak Sedunia. Negara tersebut dianggap memiliki budaya literasi yang kaya dan berkomitmen untuk mempromosikan bacaan untuk anak-anak.
Baca Juga: Destinasi Wisata Merak: Libur Lebaran di Pulau Merak Kecil dan Besar!
Negara ini juga diberikan kehormatan untuk menyusun sebuah poster khusus yang dipakai untuk mempromosikan perayaan di seluruh dunia.
Selama perayaan Hari Perayaan Buku Anak Sedunia, berbagai acara dan kegiatan diadakan di seluruh dunia untuk mempromosikan buku anak-anak dan membantu meningkatkan minat baca anak-anak.
Di beberapa negara, acara yang diadakan termasuk baca cerita, pertunjukan boneka, lokakarya menulis, dan pameran buku.