berita

Tips Membeli Mobil Bekas Menjelang Lebaran

Selasa, 11 April 2023 | 11:14 WIB
Membeli mobil bekas hendaknya senantiasa berhati-hati dengan mengecek kelengkapan surat-surat dan lainnya. (/pexels.com)

WartaPesona.com - Menjelang libur Lebaran, permintaan mobil bekas meningkat, namun pembeli mobil bekas perlu lebih waspada dan hati-hati dalam bertransaksi.
Selain pengecekan kondisi seluruh mobil, perlu juga dipastikan surat-surat kendaraan seperti BPKB dan STNK ada dan dijamin asli, dan jika ada invoice akan lebih baik lagi.


Seperti kita ketahui BPKB adalah singkatan dari Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, dokumen ini sangat penting karena membuktikan kepemilikan yang sah atas kendaraan bermotor.


Selain itu, BPKB juga berperan penting sebagai tanda nomor polisi kendaraan yang berisi informasi tentang nomor mesin, nomor rangka, identitas pemilik, dll.
Namun, menurut Martin Suharto, pemilik PT Syariah Mobilindo, seperti dilansir dari otomotifnet.com, mengaku menemukan kasus seseorang membuat BPKB ganda.

Baca Juga: Resep dan Rahasia Sukses Boenjamin Setiawan Sang Pendiri PT Kalbe Farma


"Ada oknum yang main di surat-surat berharga kendaraan, dia bikin dobel BPKB hati-hati itu, ada kasus itui tapi kita temuinya di luar showroom kita," kata Martin saat ditemui beberapa waktu lalu.


“Jadi dua-duanya (BPKB) itu asli, bukan palsu, entah ada yang bikin BPKB dobel, dan kalau misalnya BPKB yang lain itu digadaikan, bahaya, jadi hati-hati, lebih baik membeli mobilnya di showroom atau dealer yang benar-benar dapat Anda percayai." Martin melanjutkan.


Martin juga menyarankan agar berhati-hati karena banyak penjahat menggunakan hipnotis
“Terlalu banyak kasus hipnotis, jadi misal dia jual mobil murah, penjualnya A, tapi malah transfer ke rekening B (akun penipu), itu banyak sekali,” kata Martin.

Baca Juga: Persiapan Mudik Lebaran 2023: Cek Kebutuhan Pribadi dan Keluarga, Jangan Sampai Ketinggalan!


Oleh karena itu, aksi penipuan ini biasanya menjual mobil dengan harga lebih rendah dari harga pasar, yang tentunya bukan mobil pelaku.


Dengan bantuan hipnosis atau komunikasi sedemikian rupa, korban begitu tertarik hingga akhirnya dengan bantuan hipnotis atau kendali pelaku, korban kemudian transfer ke rekening pelaku, bukan ke rekening penjual.

Jadi sebelum proses transaksi, pastikan transfer masuk ke nomor rekening penjual, bukan ke rekening orang lain, untuk menghindari hipnotis sebaiknya dalam setiap transaksi membawa teman.

Baca Juga: Mengembangkan Diri: Penyebab Rasa Tak Percaya Diri dan Cara Mengatasinya

"Saran saya, sebelum melakukan transfer pastikan nomor rekening yang ada sudah benar dan atas nama penjual, karena biasanya penipu akan berusaha untuk membujuk untuk mentransfer ke nomor rekeningnya dan kalau bisa bawa teman agar tidak mudah terhipnotis," tutup Martin Soeharto, pemilik PT Syariah Mobilindo. *** (AC).

 


Penulis : Achmad Chusanudin

Tags

Terkini