Karena kondisi di lokasi masih memungkinkan untuk dilakukan operasi, tim langsung bergerak melakukan evakuasi.
“Tim sudah tiba di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 18.00 WIB,” kata Budiono.
“Mengingat situasi masih cukup terang, tim segera melakukan evakuasi,” lanjutnya.
Korban Diduga Masih Duduk di Bibir Kawah
Budiono menjelaskan, korban sebelumnya mendaki Gunung Slamet pada Senin, 17 Agustus 2026.
FM diketahui berangkat bersama rombongan melalui Basecamp Sawangan, Tegal.
Setelah mencapai puncak, rombongan kemudian bersiap turun. Namun, korban disebut masih berada di sekitar bibir kawah.
“Setelah muncak, rombongan turun tapi korban masih duduk santai di bibir kawah,” ujar Budiono.
Korban kemudian terjatuh ke bagian dalam kawah.
Berdasarkan informasi awal yang diterima tim SAR, posisi korban diperkirakan berada pada kedalaman sekitar 15 hingga 20 meter.
“Perkiraan survivor berada di kedalaman sekitar 15 sampai 20 meter. Informasi yang kami terima, pendaki yang melihat langsung menyampaikan survivor sudah tidak bergerak,” jelas Budiono.
Baca Juga: Basarnas Konfirmasi Temuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Usai Laporan Pendaki
Pijakan Tanah Diduga Mengalami Amblas
Koordinator Lapangan Operasi SAR, Handika Hengky, mengatakan tim gabungan kemudian mengerahkan personel untuk mencapai lokasi korban.
Menurutnya, terdapat empat pendaki dalam rombongan tersebut dan satu di antaranya terjatuh setelah pijakan tanah di sekitar lokasi mengalami amblas.