Kronologi Pendaki Remaja Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet, Diduga Pijakan Tanah Tiba-tiba Amblas

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:18 WIB
Menyoroti insiden jatuhnya pendaki remaja asal Brebes ke kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah. Berikut ini kronologinya. (Instagram.com/@insta_bumiayu)
Menyoroti insiden jatuhnya pendaki remaja asal Brebes ke kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah. Berikut ini kronologinya. (Instagram.com/@insta_bumiayu)

“Ada empat pendaki, bersama rombongannya, satu orang terjatuh karena pijakan tanahnya itu terjadi amblas,” ungkap Hengky, Rabu, 19 Agustus 2026.

Untuk mendukung proses evakuasi, Basarnas mengerahkan tiga tim menuju kawasan kawah Gunung Slamet.

“Saat ini kita menerjunkan tiga tim untuk menuju ke atas, ke kawah Gunung Slamet,” kata Hengky.

Tim SAR Gunakan Peralatan Mountaineering

Proses evakuasi korban tidak dilakukan secara sembarangan karena lokasi jatuh berada di kawasan kawah yang memiliki kondisi medan berbahaya.

Tim SAR menggunakan peralatan khusus mountaineering untuk mencapai titik korban.

Selain itu, petugas juga membawa tabung breathing apparatus atau BA untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gas berbahaya di dalam kawah.

“Evakuasi dengan menggunakan alat mountaineering dan membawa tabung isi BA (breathing apparatus), yang dimungkinkan dalam kawah itu terdapat gas beracun,” ujar Hengky.

Kondisi tersebut membuat proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian ekstra. Selain medan yang terjal dan berada di sekitar kawah, tim juga harus mempertimbangkan potensi bahaya lain yang dapat mengancam keselamatan petugas.

Baca Juga: Pendaki Asal Magelang Syafiq Ali Ditemukan Tak Bernyawa di Gunung Slamet Usai 17 Hari Pencarian

Pendaki Diingatkan Waspadai Area Bibir Kawah

Insiden meninggalnya FM menjadi pengingat bahwa kawasan puncak dan bibir kawah gunung api merupakan area yang memiliki risiko tinggi.

Permukaan tanah di sekitar kawah dapat tidak stabil, sementara aktivitas vulkanik juga berpotensi menghadirkan bahaya lain seperti gas beracun.

Karena itu, pendaki perlu mematuhi seluruh ketentuan keselamatan, mengikuti arahan petugas maupun pengelola jalur pendakian, serta tidak memaksakan diri mendekati area berbahaya.

Bagi pendaki, mencapai puncak bukan berarti seluruh risiko telah berakhir. Justru kawasan sekitar kawah membutuhkan kewaspadaan ekstra karena kondisi medan dan aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X