Tindakan penjahat jalanan itu diungkap oleh salah seorang warga yang menjadi korban penjambretan dalam sebuah video yang kemudian diunggah di akun Instagram @jkt.fyp seperti dilihat Jumat 17 Juli 2026.
Seorang pria yang menjadi korban menjelaskan bahwa ia sempat dijambret oleh penjahat bersepeda motor ketika sedang berjalan di trotoardi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan tepatnya di dekat Pasar Festival.
Ia sempat melawan penjambret untuk mempertahankan hartanya sampai ia jatuh dan terluka di salah satu kakinya.
“Dia masuk trotoar dari depan narik Hape gue. Dia sempet berhenti tatapan liat HP gue kegeletak di tengah-tengah. Gue teriakin anjj**g SETT*N sambil ambil HP. Kabur mereka,” ujar korban.
Baca Juga: Netizen Menyoroti Formasi Duduk Wapres Gibran yang Tidak Lagi di Samping Presden Prabowo Subianto
Ia pun berpesan agar pejalan kaki yang melintas di kawasan Jalan HR Rasuna Said senantiasa waspada.
Tentang Jalan HR Rasuna Said
Jalan HR Rasuna Said sendiri sekarang sudahj tampil dengan wajah baru sejak Gubernur Pramono Anung Wibowo, Minggu 21 Juni 2026 meresmikan hasil penataan jalan tadi.
Proyek hasil penataan ini mengubah kawasan Jalan HR Rasuna Said yang dulunya masih ada tiang monorel yang mangkrak, menjadi sebuah ikon baru yang lebih rapi dan tertata.
Peresmian ini juga menandai diaktifkannya kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day setiap akhir pekan di kawasan baru ini.
Dalam acara ini sekaligus meresmikan penamaan Halte Gedung KPK menjadi Halte Setiabudi Integritas. Penamaan halte ini sebagai simbol penguatan budaya antikorupsi dan integritas di ruang publik strategis.
Selain menghadirkan ruang kota yang lebih baik, Pramono berharap penataan kawasan ini sekaligus mencerminkan semangat Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai-nilai integritas, budaya, dan keberlanjutan.
“Saya resmikan penataan Jalan HR Rasuna Said dan naming right Halte Setiabudi Integritas Satu,” ujar Pramono.
Penataan Jl HR Rasuna Said sepanjang 3,8 kilometer ini menelan anggaran sebesar Rp91 miliar. Sebanyak 109 tiang monorel pun telah dibongkar dan dirapikan serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas.
“Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi,” ungkapnya.