WartaPesona.com - Dua tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan satu lainnya hilang dalam serangan peluru kendali (Rudal) balistik dan drone Iran di Yordania, Jumat 17 Juli 2026.
Menurut Pentagon Sabtu yang dikabarkan oleh kantor berita AFP Minggu, Komando Pusat Amerika Serikat CENTCOM, empat tentara lainnya telah dibawa ke rumah sakit di Yordania.
Belakangan ini, Iran menyerang kepentingan Amerika di negara-negara Teluk. Mereka juga memerintahkan sekutunya di Yaman, Houthi untuk menutup Laut Merah jika Amerika menyerang fasilitas listrik dan energi Iran.
Baca Juga: KPK Meminta Mahasiswa di Papua Ikut Mengawasi dana Otonomi Khusus
Iran akan melanjutkan "operasi serangan berskala penuh" jika Amerika melancarkan gelombang serangan terhadap mereka.
Pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Mohsen Rezaei berkata; “Kami akan memasuki fase operasi serangan berskala penuh.
Menurutnya seperti dikutip lembaga penyiaran negara IRIB, Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan.
Rezaei menambahkan, Amerika seharusnya membayar ganti rugi karena menyerang infrastruktur sipil milik Iran.***