- Julukan dan gagasan negara
Julukan Bapak Republik Indonesia diberikan karena ia menerbitkan buku "Naar de Republiek Indonesia" (Menuju Republik Indonesia) pada tahun 1925, jauh sebelum proklamasi kemerdekaan.
Buku tersebut menjadi cetak biru bagi konsep negara Indonesia merdeka.
- Tokoh pendidikan dan pemikiran kritis
Lulusan sekolah guru di Belanda ini sangat meyakini bahwa pendidikan adalah jalan pembebasan.
Ia menulis karya filosofis monumental berjudul Madilog (materialisme, dialektika, dan logika).
Buku ini bertujuan untuk mengubah cara berpikir masyarakat dari mistis dan feodal ke arah yang lebih rasional, kritis, dan ilmiah.
- Tokoh bawah tanah yang radikal
Tan Malaka menentang keras taktik diplomasi oleh pemerintah Soekarno-Hatta kepada Belanda.
Ia lebih memilih perlawanan tanpa kompromi. Akibat perbedaan ideologi dan taktik politik ini, ia membentuk Persatuan Perjuangan dan Partai Murba, serta sering diasingkan baik oleh pemerintah kolonial maupun oleh rezim yang berkuasa di awal kemerdekaan.
- Akhir hayat
Ia meninggal dunia pada 21 Februari 1949 di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, setelah dieksekusi oleh militer Republik Indonesia.
Ia kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno pada tahun 1963.
Tentang Sutan Sjahrir
Sutan Syahrir ialah salah satu bapak bangsa, intelektual, dan diplomat ulung yang menjabat sebagai Perdana Menteri Pertama Indonesia yang lahir 5 Maret 2909 di Padang Panjang, Sumatra Barat.
Dijuluki "Bung Kecil", ia adalah pahlawan nasional yang lebih mengutamakan strategi diplomasi dan perundingan daripada angkat senjata.
Berikut beberapa peran dan fakta penting mengenai Sutan Syahrir:
Perdana Menteri Termuda: Ia diangkat menjadi Perdana Menteri pada 14 November 1945 dalam usia 36 tahun.
Diplomat ulung: Syahrir adalah tokoh utama yang memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia di mata dunia melalui perundingan damai, seperti Perundingan Linggarjati dan tampil berpidato di Sidang Dewan Keamanan PBB.