WartaPesona.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi termasuk Bobotoh yang ikut bersuka cita ketika Persib Bandung menjuarai Liga 1 Super League 2025/2026.
Melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menulis pesan; “Persib bukanlah sekadar klub sepak bola. Dia adalah kultur yang menyatukan warga Jawa Barat dalam satu helaan napas.”
Menurut penelusuran Orbitbaru, benar sekali bahwa Persib Bandung lebih dari sekadar klub sepak bola profesional. Persib Bandung adalah simbol, identitas, dan kebanggaan kultural masyarakat Sunda.
Baca Juga: Mengungkap Rahasia Sukses Persib Bandung Meraih Hattrick Juara
Klub kebanggaan Jawa Barat ini telah mengakar kuat sebagai warisan budaya dan pemersatu masyarakat Sunda sejak didirikan 5 Januari 1919 dengan nama awal Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). Pada 14 Maret 1933, berubah nama menjadi Persib Bandung.
Persib Bandung Adalah Wajah Jawa Barat
Entitas Persib Bandung tidak sebatas klub sepak bola yang berbasis di Kota Bandung. Lebih dari itu, Persib Bandung menjelma menjadi identitas kultur Jawa Barat.
”Persib mah bahasa hate”. Kutipan dari Ayi Beutik, pendiri Viking Persib Club.
Baca Juga: Lembur Pakuan, Simbol Kerinduan Publik Jawa Barat
Kedekatan publik Jawa Barat dengan Persib Bandung ini tertangkap dari hasil survei Litbang Kompas pada 1-5 Juli 2025 terhadap 400 responden.
Sebagian besar responden 75,3 persen merasa menjadi bagian dari pendukung Persib Bandung. Identitas pendukung Persib Bandung juga menjadi simbol sosial dan kultural yang menyatu dengan identitas masyarakat Sunda sebagai kelompok etnis terbesar di Jawa Barat.
Hasil survei juga menemukan, sebanyak 86,6 persen responden setuju dengan pernyataan bahwa Persib Bandung mewakili masyarakat Sunda.
Mendukung temuan data tersebut, terbilang 88,3 persen responden setuju dengan pernyataan bahwa Persib Bandung adalah pemersatu orang Sunda.
Baca Juga: Mariano Peralta Pemain Terbaik Super League