berita

Pidato Presiden Prabowo Subianto, deklarasi ekonomi baru, dan kisah negara kaya tetapi bocor

Jumat, 22 Mei 2026 | 08:59 WIB

Hindari penunjukan langsung berbasis loyalitas politik, kerahasiaan kontrak dengan dalih strategis, dan pencampuran fungsi regulator dengan operator dalam satu tubuh kelembagaan.

Dua buku di bawah ini dapat memperkaya wawasan kita memahami filosofi pembangunan Prabowo Subianto.

Buku pertama, berjudul MITI and the Japanese Miracle: The Growth of Industrial Policy, 1925-1975. Ia ditulis oleh  Chalmers Johnson, 1982.

Buku ini menjelaskan bagaimana Jepang bangkit menjadi kekuatan industri dunia bukan hanya karena pasar bebas, tetapi karena negara memiliki visi, birokrasi teknokratik, dan strategi industrial policy yang disiplin.

Chalmers Johnson menunjukkan peran MITI, Ministry of International Trade and Industry, sebagai otak koordinasi industrialisasi Jepang.

Negara tidak mengelola semua perusahaan, tetapi menentukan sektor prioritas, mengarahkan kredit, melindungi industri muda, mendorong ekspor, dan membangun kapasitas teknologi.

Relevansinya dengan pidato Prabowo sangat kuat. Prabowo juga ingin negara memimpin arah ekonomi, terutama dalam SDA, hilirisasi, dan industri strategis.

Tetapi pelajaran Jepang sangat penting: negara kuat saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah negara yang kompeten.

Jepang berhasil karena birokrasi ekonominya relatif meritokratik, disiplin, berorientasi hasil, dan mampu bekerja bersama swasta tanpa sekadar menjadi alat rente.

Jika Indonesia ingin meniru semangat developmental state, tantangannya bukan hanya membuat negara lebih besar, tetapi membuat negara lebih pintar, bersih, dan efektif.

Buku kedua, Governing the Market: Economic Theory and the Role of Government in East Asian Industrialization. Penulisnya Robert Wade, 1990.

Robert Wade membantah pandangan bahwa keajaiban ekonomi Asia Timur semata-mata lahir dari pasar bebas.

Melalui studi Taiwan dan Korea Selatan, ia menunjukkan bahwa negara memainkan peran aktif dalam mengatur pasar, memilih sektor strategis, mengarahkan investasi, mengendalikan kredit, dan memaksa perusahaan domestik menjadi kompetitif secara global.

Buku ini relevan untuk membaca pidato Prabowo karena gagasan utamanya sama: pasar tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa arah ketika sebuah negara ingin naik kelas.

Namun Wade juga memberi peringatan halus. Intervensi negara berhasil jika disertai disiplin kinerja. Perusahaan yang dibantu negara harus menghasilkan ekspor, teknologi, produktivitas, dan nilai tambah.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Iran Menyerang Aset Militer Amerika di Bahrain

Senin, 13 Juli 2026 | 19:08 WIB