WartaPesona.com – Radin (8 tahun), bocah dari Iran yang bersekolah di negara Cina ini dirindukan oleh teman-temannya sekelas.
Ia yang bersekolah di salah satu sekolah dasar di Shaoxing, Provinsi Zhejiang, Cina ini sempat absen 102 hari dan pengasuh sekolah kehilangan kontak dengan keluarganya selama 42 hari ketika Radin ada di Iran.
Radin dan keluarganya berasal dari Iran yang menetap di Cina. Ketika negaranya berkonflik dengan Israel-Amerika, ia dan keluarganya memutuskan untuk kembali ke Iran.
Baca Juga: Konflik Memanas di Iran, KBRI Teheran Fokus Jaga Keselamatan WNI
Ketika Radin kembali bersekolah di Cina, teman-temannya menyambutnya dengan suka cita.
Teman-temanya di kelas banyak menulis surat kangen kepada Radin.
Banyak juga komentar haru dari C-Netz (netizen Cina) yang senang Radin kembali bersekolah di Cina.
Ibu Radin mengatakan, keluarganya berharap Radin dapat melanjutkan pendidikannya di Cina dan situasi perang di Iran selesai dengan damai.
Baca Juga: Pidato Terakhir Khamenei Kembali Disorot, Sindir Kegagalan AS Menundukkan Iran Selama Puluhan Tahun
Iran mengingatkan Amerika Serikat tentang kemungkinan muncul konflik baru karena perundingan perdamaian berakhir buntu.
Menurut kantor berita AFP, Sabtu 2 Mei 2026), Wakil Inspektur Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Jafar Asadi menuding Presiden Amerika Donald Trump tidak komitmen pada janjinya.
"Amerika tidak berkomitmen pada perjanjian apa pun," kata Mohammad Jafar Asadi seperti dikutip oleh kantor berita Fars Iran.***