berita

Aksi Pengeroyokan di Acara Pernikahan Purwakarta, Tuan Rumah Meninggal usai Diduga Tolak Permintaan Uang

Selasa, 7 April 2026 | 11:08 WIB
Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman, Korban Sempat Terkena Pukul Sebilah Bambu - WartaPesona.com (Kilas Metro)

Korban yang saat itu berada di dalam rumah mendengar kegaduhan tersebut, lalu keluar untuk menegur para pelaku.

Namun, teguran tersebut justru membuat pelaku semakin emosi. Mereka kemudian mengejar korban hingga ke depan rumah.

Baca Juga: Di Tengah Kebakaran SPBE Cimuning, Mushola Ini Tetap Berdiri Tanpa Tersentuh Api

Dipukul dengan Bambu hingga Tak Sadarkan Diri

Dalam kondisi yang semakin tidak terkendali, korban menjadi sasaran kekerasan. Ia diduga dipukul menggunakan sebilah bambu yang mengenai bagian belakang kepala.

Pukulan keras tersebut membuat korban langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Warga dan tamu undangan yang berada di sekitar lokasi sempat berusaha melerai dan memberikan pertolongan. Namun, pelaku diketahui langsung melarikan diri setelah melihat korban terkapar.

Suasana pesta yang sebelumnya meriah berubah menjadi kepanikan. Teriakan histeris keluarga pecah, bahkan istri korban dilaporkan sempat pingsan saat melihat kondisi suaminya.

Baca Juga: Aksi Donat Boat Berujung Petaka di Pantai Ammani, Wisatawan Terpental hingga Alami Luka

Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Tak Tertolong

Korban kemudian segera dilarikan ke RS Bhakti Husada untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nahas, setibanya di rumah sakit sekitar pukul 15.20 WIB, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh pihak medis.

Kabar meninggalnya korban pun menambah duka mendalam bagi keluarga, terlebih peristiwa itu terjadi di hari bahagia pernikahan anaknya.

Warga Resah dan Soroti Aksi Premanisme

Insiden ini memicu keprihatinan luas dari masyarakat. Banyak warganet mengecam aksi kekerasan yang terjadi, terlebih dilakukan di tengah acara keluarga.

Tak sedikit pula yang menyoroti praktik permintaan “jatah” oleh oknum tertentu yang dinilai sebagai bentuk premanisme dan meresahkan warga.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk acara hajatan yang melibatkan banyak orang.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap identitas dan peran para pelaku.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB