Salah satu kemungkinan yang disampaikan adalah adanya gas dari dalam tanah, khususnya biogas yang berasal dari septic tank.
Petugas menjelaskan bahwa posisi septic tank yang tidak ideal, yakni berada cukup jauh dari kamar mandi, berpotensi menyebabkan akumulasi gas di bawah tanah.
Gas tersebut diduga dapat merembes ke dalam rumah dan memicu percikan api dalam kondisi tertentu.
“Kemungkinan ada biogas dari dalam tanah karena septic tank di sebelah sana. Kamar mandinya di belakang, sedangkan septic tank berada di depan,” jelas petugas.
Sebagai langkah awal, pemilik rumah disarankan untuk segera melakukan pengecekan dan perbaikan pada sistem septic tank guna mencegah potensi kebocoran gas.
“Kami sarankan untuk menyervis septic tank dulu, supaya tidak ada biogas yang masuk ke dalam rumah,” tambahnya.
Baca Juga: Maling di Medan Tinggalkan Pesan Menyentuh, Ngaku Terdesak Kebutuhan
Instalasi Listrik Dipastikan Aman
Dalam proses pemeriksaan awal, petugas juga memastikan bahwa instalasi listrik di rumah tersebut dalam kondisi aman dan tidak ditemukan indikasi korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.
“Kita cek instalasi listriknya aman, tidak ada korsleting,” ungkap petugas.
Selain itu, untuk mengantisipasi kemungkinan lain, termasuk faktor kesengajaan atau hal di luar dugaan, petugas juga menyarankan pemilik rumah untuk memasang kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik strategis.
Hal ini diharapkan dapat membantu memantau kondisi rumah secara lebih detail apabila kejadian serupa kembali terjadi.
Baca Juga: Ramai Kritik untuk Beckham Putra, Bojan Hodak Beri Pembelaan soal Panggilan ke Timnas
Proses Pemadaman dan Kerugian
Kebakaran terakhir dilaporkan oleh warga sekitar pada pukul 09.08 WIB kepada Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Jember Posko Ambulu.
Menanggapi laporan tersebut, petugas segera mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB.