berita

Dugaan Pemerasan di Tanah Abang Tuai Sorotan, Pelaku Minta Uang hingga Ratusan Ribu

Senin, 30 Maret 2026 | 11:53 WIB
Kasus dugaan pemerasan oleh oknum preman pada kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat - WartaPesona.com (Tinta Putih)

Ketiganya kemudian meminta uang dengan alasan bahwa kendaraan korban menggunakan pelat nomor luar daerah.

“Tiba-tiba terdapat tiga orang yang mengaku warga lokal, lalu menghampiri dan memaksa meminta uang Rp300.000,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Kondisi tersebut membuat korban berada dalam posisi tertekan, sehingga tidak dapat menolak permintaan para pelaku.

Baca Juga: Seskab Teddy Apresiasi Bazar Rakyat di Monas, Dinilai Dongkrak UMKM dan Hibur Warga

Modus Pengawalan dan Dalih “Uang Lingkungan”

Dalam video yang beredar, juga terekam percakapan yang memperlihatkan modus yang digunakan oleh para pelaku.

Salah satu dari mereka terdengar menyebut bahwa uang yang diminta merupakan bagian dari “uang lingkungan” yang diklaim biasa dilakukan setahun sekali.

“Bagi buat lingkungan dulu, hey. Biasa setahun sekali,” ucap salah satu terduga pelaku dalam video.

Selain itu, pelaku juga menawarkan jasa pengawalan sebagai alasan tambahan untuk meminta uang kepada korban.

“Pelat luar masalahnya, nanti saya kawal,” tambahnya.

Tidak hanya meminta uang tunai, dalam rekaman tersebut juga terlihat salah satu pelaku mengambil kartu e-money milik korban yang tersimpan di dashboard kendaraan.

Setelah mendapatkan uang dan kartu tersebut, para pelaku kemudian meninggalkan lokasi kejadian.

Baca Juga: Detik-detik Kebakaran Pabrik Plastik di Bogor Terekam Video, Asap Tebal Membumbung Tinggi

Reaksi Warganet dan Kekhawatiran Publik

Viralnya video ini langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyampaikan kekhawatiran terhadap maraknya aksi premanisme, terutama di kawasan padat seperti Tanah Abang.

Sebagian warganet juga menyoroti kerentanan pengendara dari luar daerah yang tidak familiar dengan kondisi lingkungan sekitar, sehingga berpotensi menjadi target tindakan serupa.

Tidak sedikit pula yang meminta aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas guna mencegah kejadian serupa terulang.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB