WartaPesona.com - Pemerintah terus mempercepat upaya pembersihan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah terdampak bencana sebagai langkah memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara optimal seperti sedia kala.
Langkah ini dilakukan agar peserta didik dapat belajar dengan aman, nyaman, dan kondusif meski berada dalam masa pemulihan pascabencana.
Berdasarkan pantauan pada Senin (9/2), sejumlah personel TNI terlihat aktif melaksanakan kegiatan pembersihan, perbaikan, dan pengecatan di berbagai fasilitas pendidikan di wilayah Sumatra Barat (Sumbar).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, serta masyarakat setempat.
Di Kabupaten Agam, personel TNI melaksanakan pembersihan sekaligus pengecatan di SMP Negeri 1 Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Pembangunan Huntara di Sumbar Dipercepat Pemerintah
Meski aktivitas belajar mengajar telah kembali berjalan, para prajurit tetap melakukan pekerjaan rehabilitasi tanpa mengganggu proses pembelajaran siswa.
Pengecatan tembok bagian luar ruang kelas, penataan lingkungan sekolah, hingga perapihan area halaman menjadi fokus utama kegiatan tersebut.
Hingga saat ini, progres pekerjaan dilaporkan telah mendekati tahap penyelesaian.
Upaya serupa juga dilakukan di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) di Kabupaten Solok.
Di lokasi tersebut, personel TNI bersama warga setempat bergotong royong melakukan pengecatan pagar dan pintu ruang kelas.
Selain itu, dilakukan pula peninggian tembok pagar sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir apabila terjadi curah hujan tinggi di masa mendatang.
Baca Juga: Mengabdi di Tengah Keterbatasan, Guru PPPK Sumedang Ini Terima Gaji Rp50 Ribu per Bulan
Keterlibatan masyarakat dalam proses rehabilitasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana.
Tags
Artikel Terkait
-
Naik Loteng hingga Rooftop, Cerita Warga Aceh Tamiang Selamatkan Diri Bersama Tetangga Saat Banjir
-
Sekolah Kerap Terendam, Kisah Siswa SDN Leomanu Kupang Tetap Belajar Meski Kelas Digenangi Air Hujan
-
Mengabdi di Tengah Keterbatasan, Guru PPPK Sumedang Ini Terima Gaji Rp50 Ribu per Bulan
-
Jelang Ramadan, Pembangunan Huntara di Sumbar Dipercepat Pemerintah