Amanat Konstitusi dan Sumpah Jabatan
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa tekad tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang mewajibkan Presiden untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa perlindungan tersebut tidak hanya mencakup ancaman fisik dan keamanan, tetapi juga ancaman sosial seperti kemiskinan, kelaparan, dan ketimpangan ekonomi.
“Presiden wajib melindungi segenap bangsa Indonesia. Perlindungan itu termasuk melindungi rakyat dari kemiskinan dan kelaparan,” ujarnya.
Prabowo juga mengingatkan kembali sumpah jabatan yang telah ia ucapkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, sebagai komitmen moral dan spiritual dalam menjalankan amanah rakyat.
“Dan saya telah bersumpah di hadapan Yang Maha Kuasa, bahwa saya akan setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia selama masih ada napas di kandung badan saya,” katanya.
Baca Juga: Prabowo : Pemimpin Harus Merangkul, Bukan Memelihara Kebencian
Pengelolaan Kekayaan untuk Kesejahteraan Rakyat
Menurut Prabowo, kesejahteraan rakyat hanya dapat terwujud apabila kekayaan bangsa dikelola dengan baik dan adil.
Oleh karena itu, pemerintahannya bertekad menutup seluruh celah kebocoran kekayaan negara yang selama ini merugikan rakyat.
“Hanya dengan pengelolaan kekayaan bangsa yang benar, baru kita bisa sungguh-sungguh sejahtera,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar dan cukup untuk menjamin kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat, asalkan dikelola dengan jujur dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Prabowo Berjanji Terus Upayakan Penurunan Biaya Haji Jemaah Indonesia
Ajak Rakyat Bersatu Wujudkan Indonesia Adil
Di akhir pidatonya, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bertekad bersama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.
Menurutnya, persatuan merupakan modal utama bangsa untuk keluar dari jerat kemiskinan dan ketimpangan.
“Dan apabila kita berani, apabila kita pandai, apabila kita bertekad, InsyaAllah kekayaan kita cukup untuk seluruh rakyat Indonesia hidup dalam keadaan sejahtera,” tutup Prabowo.
Pidato tersebut menegaskan arah kepemimpinan Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan korupsi dan pengelolaan kekayaan nasional sebagai fondasi utama dalam membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. *****