Kedekatan Ulama dan Umara Dinilai Penting
Ungkapan senada juga disampaikan oleh Enda Sri Pancawati, warga NU lainnya yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai Presiden Prabowo telah menunjukkan kepedulian dan kedekatan terhadap kalangan ulama sejak awal masa pemerintahannya.
Menurut Enda, hubungan yang harmonis antara ulama dan umara merupakan modal penting dalam menjaga kerukunan, stabilitas, serta persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Saya sangat salut kepada Pak Presiden. Di usianya yang sudah matang, pengalaman beliau juga matang untuk memperhatikan kaum ulama. Bagaimanapun ulama dan umara harus menyatu,” tuturnya.
Ia berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih besar dan berkelanjutan kepada para ulama, mengingat peran strategis mereka dalam membimbing umat serta menjaga nilai-nilai moral bangsa.
“Harapan saya kepada Pak Presiden, mari kita memperhatikan para ulama. Mereka punya peran besar dalam menjaga moral bangsa dan membimbing masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Penarik Becak di Lamongan Lega Gunakan Becak Listrik : Lebih Ringan dan Hemat Tenaga
Peran Ulama Jaga Moral Bangsa
Bagi warga NU, ulama dan guru ngaji tidak hanya berperan sebagai pendidik agama, tetapi juga sebagai penjaga nilai kebangsaan, persatuan, dan kerukunan sosial.
Di tengah tantangan zaman, seperti degradasi moral dan arus globalisasi, peran tokoh agama dinilai semakin krusial.
Oleh karena itu, warga berharap pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat terus memperkuat sinergi dengan kalangan ulama dan pesantren, baik melalui kebijakan, program pemberdayaan, maupun peningkatan kesejahteraan guru ngaji di seluruh Indonesia.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, warga NU optimistis Indonesia dapat terus melangkah maju sebagai bangsa yang berdaulat, religius, dan berkeadilan sosial. *****
Baca Juga: Mensesneg : Presiden Manfaatkan Pertemuan dengan Tokoh Islam untuk Menyerap Aspirasi