Ia mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam skema politik global yang justru berpotensi melemahkan perjuangan rakyat Palestina.
“Kami memahami langkah-langkah yang ditempuh Pak Presiden, dengan pesan agar tidak mudah terbawa arus yang nantinya justru bisa merugikan Palestina,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo telah menekankan komitmennya untuk tetap berpijak pada prinsip dasar yang tidak bisa ditawar, yakni membela dan membantu rakyat Palestina, khususnya warga sipil di Gaza yang hingga kini masih menjadi korban konflik.
“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina,” tambah Gus Yahya.
Lebih jauh, Gus Yahya menyebut Presiden Prabowo telah menjelaskan secara rinci berbagai pertimbangan geopolitik, diplomatik, dan kemanusiaan yang melandasi langkah Indonesia dalam menyikapi inisiatif Dewan Perdamaian tersebut.
Baca Juga: Mensesneg : Presiden Manfaatkan Pertemuan dengan Tokoh Islam untuk Menyerap Aspirasi
Penjelasan itu, menurutnya, membuat para tokoh agama yang hadir dapat memahami konteks dan arah kebijakan pemerintah.
Mewakili ormas-ormas Islam yang hadir dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menegaskan adanya kepercayaan yang besar kepada Presiden Prabowo untuk melanjutkan perjuangan diplomatik Indonesia dalam membantu Palestina melalui jalur yang lebih strategis dan berdampak nyata.
“Presiden menjelaskan secara sangat ekstensif berbagai hal yang perlu dipertimbangkan. Saya kira semua yang hadir memahami, menerima, dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini,” tandasnya.
Dengan dukungan PBNU dan ormas-ormas Islam lainnya, pemerintah berharap langkah Indonesia di kancah diplomasi internasional dapat semakin solid, terarah, dan efektif dalam memperjuangkan kemerdekaan serta keadilan bagi rakyat Palestina. *****
Baca Juga: Seskab Teddy Klarifikasi Isu Prabowo Pakai Dua Pesawat Kepresidenan saat Kunjungan Luar Negeri