“Pak KDM, goceng saya Pak KDM,” ujar perekam video, sesaat sebelum lansia tersebut pergi dari tengah jalan.
Keterangan warga ini memperkuat dugaan bahwa aksi duduk di tengah jalan sambil meminta uang sudah kerap terjadi, terutama di waktu-waktu tertentu seperti akhir pekan atau hari libur.
Baca Juga: Tak Ada Jembatan, Aktivitas Warga Way Bungur Lamtim Bergantung Rakit Penyeberangan
Picu Pro dan Kontra di Media Sosial
Unggahan video tersebut langsung memantik diskusi panjang di kolom komentar. Hingga Senin sore, video itu telah ditonton lebih dari 990 ribu kali dan menuai ribuan komentar dari warganet.
Sebagian warganet mengaku merasa prihatin dan iba melihat kondisi lansia yang diduga terdesak kebutuhan ekonomi.
Namun, tak sedikit pula yang menilai tindakan tersebut berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan maupun lansia itu sendiri.
“Maaf bang, bukan nggak mau nolongin, tapi itu setiap hari libur pasti duduk di tengah jalan. Kalau disuruh minggir, nanti balik lagi,” tulis akun @ad*****a.
“Dia duduk di situ tiap Sabtu sama Minggu,” timpal akun @ob****A.
Di sisi lain, ada pula warganet yang mencoba memahami kondisi sang lansia.
“Bukan kebiasaan sih menurut gue, tapi mungkin dia butuh makan juga,” tulis akun @hi*****i.
Baca Juga: Soroti Longsor Cisarua, Pegiat Lingkungan Sebut Alih Fungsi Lahan Bukan Satu-satunya Penyebab
Peran Perangkat Desa Disorot
Selain perdebatan soal empati dan keselamatan, banyak warganet mempertanyakan peran perangkat desa setempat.
Mereka menilai persoalan tersebut seharusnya bisa ditangani secara lebih manusiawi tanpa membahayakan pengguna jalan.
“Ini keluarga sama tetangganya ke mana?” tulis akun @td*******a.
“RT, RW, lurah, perangkat desa nggak bisa kasih solusi?” komentar akun @lem**********a.