Ubah Lagu Anak Jadi Curahan Hati
Bapak tersebut menyanyikan lagu anak-anak legendaris berjudul Lihat Kebunku ciptaan Ibu Sud.
Namun, alih-alih menyanyikan lirik aslinya, ia sengaja mengubah kata-kata lagu tersebut menjadi curahan hati tentang kondisi banjir yang dialaminya.
“Banyak yang ngungsi dan banyak yang renang,” nyanyinya sambil menunjuk ke arah tetangga-tetangganya yang berusaha menyelamatkan diri dan barang-barang mereka.
Ia kemudian melanjutkan dengan nada sindiran yang mencerminkan kelelahan warga menghadapi banjir yang kerap berulang.
“Setiap tahun selalu begini, siapa yang salah, carilah solusi,” ucapnya sambil tetap tersenyum.
Aksi spontan tersebut dinilai sebagai bentuk pelampiasan perasaan sekaligus cara unik untuk menjaga semangat di tengah situasi sulit.
Meski terdengar ringan dan jenaka, lirik yang dinyanyikan menyimpan pesan keprihatinan atas persoalan banjir yang kerap terjadi.
Tuai Perhatian dan Simpati Warganet
Hingga Sabtu, 31 Januari 2026, video tersebut telah ditonton lebih dari 6,5 juta kali dan disukai oleh sekitar 262 ribu pengguna TikTok.
Ribuan komentar pun membanjiri unggahan tersebut, sebagian besar berisi dukungan, doa, dan rasa simpati terhadap warga Bekasi yang terdampak banjir.
“Solusi terbaik sebaiknya dibawa happy, teruntuk bapak semoga situasinya cepat pulih,” tulis warganet dengan akun @chunietrisnawatie.
“Keren ya, warga Bekasi diberikan cobaan tapi malah dicobain dan dinikmati dengan hati yang lapang,” komentar akun @rahmaaa.
Tak sedikit pula warganet yang menilai aksi bapak tersebut sebagai simbol ketangguhan mental warga yang sudah terlalu sering menghadapi bencana serupa.
Baca Juga: Siswa SMKN 1 Ciomas Terjun ke Sungai Cisadane, Tim SAR Kerahkan Drone untuk Pencarian
Potret Ketangguhan di Tengah Musibah
Video viral ini menjadi gambaran bahwa di balik musibah banjir yang membawa kerugian materi dan kelelahan fisik, masih ada ketegaran dan kreativitas warga dalam menghadapi cobaan.
Bagi sebagian orang, bernyanyi mungkin menjadi cara sederhana untuk meredakan stres dan menjaga harapan.
Di sisi lain, lirik lagu yang dinyanyikan sang bapak juga menjadi pengingat bahwa persoalan banjir di Bekasi masih membutuhkan solusi jangka panjang.