Ungkapan tersebut menuai simpati dari warganet yang turut prihatin atas kondisi yang dialami warga Harapan Indah.
Baca Juga: Kisah Haru Warga Pidie Jaya, Tetap Memasak di Dapur Umum Meski Ikut Terdampak Banjir
Warga Tunggu Tanggung Jawab Developer
Dalam unggahan video lanjutan, perekam menyatakan bahwa dirinya tidak sepenuhnya menyalahkan Gubernur Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa yang diharapkannya adalah tanggung jawab dari pihak pengembang perumahan.
Warga tersebut juga membagikan tanggapan dari pihak developer yang menyebut pemeliharaan lingkungan perumahan telah menjadi kewenangan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Pernyataan itu justru memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet menilai, pengembang seharusnya tetap memiliki tanggung jawab moral
dan teknis terhadap kondisi lingkungan perumahan yang mereka bangun, terutama jika sebelumnya menjanjikan kawasan bebas banjir.
Baca Juga: Pascabanjir Bandang, Rumah Warga Pidie Jaya Masih Dipenuhi Lumpur dan Sisa Material
Respons dan Sentilan KDM kepada Developer
Video yang telah ditonton lebih dari 240 ribu kali itu akhirnya mendapat respons langsung dari Dedi Mulyadi.
Melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Jumat, 23 Januari 2026, KDM memberikan sentilan tegas kepada para developer perumahan.
“Yth para developer perumahan, silakan temui para konsumen Anda dan mari kita duduk bersama dengan pemerintah untuk mencari solusi.
Bukankah salah satu promo saat penjualan adalah ‘Bebas Banjir’?” tulis KDM.
Dalam pernyataannya, KDM meminta para pengembang untuk tidak lepas tangan saat warganya menghadapi masalah banjir.
Ia menegaskan, pengembang seharusnya turun langsung menemui konsumen, bukan justru sibuk mengurus perizinan proyek perumahan baru.
“Kita tahu banjir yang melanda Bekasi paling banyak dialami oleh perumahan-perumahan yang dulu menjanjikan sebagai kawasan bebas banjir,” ucap KDM dalam video yang diunggahnya.