WartaPesona.com - Tiga provinsi terdampak paling parah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Aceh, salah satu wilayah yang hingga kini masih menghadapi dampak serius adalah Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.
Desa yang berada di wilayah pedalaman ini mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir bandang.
Puluhan rumah warga rusak berat bahkan hanyut terbawa arus, memaksa banyak keluarga kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Akses Darat Terputus, Perjuangan Nakes Aceh Tengah Menyusuri Sungai Deras Demi Layani Warga
Warga Terpaksa Mengungsi ke Bukit dan Tinggal di Tenda
Kisah pilu warga Desa Pante Kera terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @robi16.official.
Dalam video tersebut, seorang bocah laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar menceritakan kondisi keluarganya pascabencana.
“Sekarang tinggal di bukit, di tenda bersama orang tua juga,” ujar bocah tersebut, dikutip pada Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menuturkan, banjir bandang datang begitu cepat hingga membuat keluarganya tidak sempat menyelamatkan banyak barang.
Rumah mereka tenggelam dan rusak parah.
“Sudah hanyut rumahnya, dapurnya juga,” katanya sambil menunjukkan sisa-sisa rumah yang hanya menyisakan lantai serta puing-puing kayu berserakan.
Berdasarkan keterangan pada unggahan tersebut, sebagian warga yang mengungsi ke bukit akan turun secara bergantian ke dapur umum untuk mendapatkan makanan dan minuman.
Namun, jarak dan medan yang sulit membuat aktivitas itu tidak mudah dilakukan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Tags
Artikel Terkait
-
Kisah Guru Aceh Tengah Seberangi Sungai Pakai Tali Berujung Solusi, Jembatan Darurat Kini Bisa Dilalui Warga
-
Tangis Guru di Pidie Jaya Pecah Usai Laptop Berisi Data Sekolah Rusak Diterjang Banjir Bandang
-
Bangkit dari Gagal Panen, Mahasiswa Pertanian Turun Langsung Pulihkan Sawah Petani Aceh Tamiang Pascabanjir
-
Akses Darat Terputus, Perjuangan Nakes Aceh Tengah Menyusuri Sungai Deras Demi Layani Warga