Menurutnya, Halmahera Utara dan Maluku Utara secara umum dikenal sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam, khususnya nikel dan hasil tambang lainnya.
Namun, kekayaan tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di tingkat akar rumput.
“Padahal Halmahera, Maluku Utara begitu kaya akan nikel dan tambang lainnya,” ungkap Sherly.
Ia menilai video tersebut menjadi bukti nyata bahwa masih banyak masyarakat di daerah penghasil sumber daya alam
yang hidup dengan keterbatasan akses infrastruktur dasar, termasuk jembatan penyeberangan yang aman.
Baca Juga: Mahasiswa Kalsel Sampaikan Aspirasi ke Wapres Gibran, Soroti Dugaan Skandal Izin Tambang
Pertanyakan Arah Dana Tambang
Sherly Annavita secara terbuka mempertanyakan ke mana aliran dana dari sektor pertambangan yang selama ini digadang-gadang menjadi tulang punggung ekonomi daerah dan nasional.
“Kemanakah sebetulnya larinya uang tambang dari negeri kita?” tulis Sherly.
Menurutnya, kejadian ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk mengevaluasi pemerataan pembangunan,
terutama di wilayah-wilayah terpencil yang menjadi penyumbang besar kekayaan negara.
Sherly juga menyinggung harapan warga setempat agar setidaknya dibangun jembatan gantung sederhana demi menunjang mobilitas harian dan keselamatan masyarakat, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Momen Haru di Aceh Tamiang, Anak-anak TK Nyanyikan Lagu Penyemangat untuk Prajurit TNI
Belum Ada Respons Resmi Pemerintah
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara maupun
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait peristiwa tersebut dan rencana penanganan infrastruktur di Desa Salube.
Meski demikian, unggahan Sherly Annavita mendapat respons luas dari publik. Hingga Rabu, 14 Januari 2026 pukul 14.30 WIB,