berita

Akses Terputus Pascabanjir, Anak-Anak di Aceh Tengah Terpaksa Seberangi Jembatan Rusak dan Sungai

Selasa, 13 Januari 2026 | 12:34 WIB
Perjuangan Anak-Anak di Aceh Tengah, Meniti Jembatan Gantung yang Tinggal Rangka untuk Bisa Sampai ke Sekolah - WartaPesona.com (NKRI 24 Jam)

WartaPesona.com – Akses jalan yang penuh risiko masih harus dihadapi oleh warga di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, pascabanjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Hingga pertengahan Januari 2026, sejumlah jalan penghubung antar desa maupun akses utama menuju pusat aktivitas warga dilaporkan masih terputus.

Kondisi tersebut memaksa masyarakat bertahan dengan jalur darurat yang jauh dari kata aman.

Salah satu kondisi paling memprihatinkan terjadi di Desa Segene Balik, Kecamatan Kute Penang, Kabupaten Aceh Tengah.

Di wilayah ini, sebuah jembatan gantung yang sebelumnya menjadi akses vital warga kini hanya tersisa kerangka besi.

Meski rusak parah, jembatan tersebut tetap digunakan warga, termasuk anak-anak sekolah, sebagai satu-satunya jalur penyeberangan menuju desa tetangga.

Baca Juga: Pascabanjir Sumatera, Mendagri Tekankan Percepatan Pembersihan Lumpur Jelang Ramadan

Viral Anak Sekolah Meniti Jembatan Gantung

Kondisi tersebut viral setelah sebuah video diunggah oleh akun Instagram @lingkaran_gayo pada Senin, 12 Januari 2026.

Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah anak sekolah meniti jembatan gantung yang hanya tersisa rangka besi, sambil berpegangan erat pada sisi jembatan demi menjaga keseimbangan.

Langkah mereka terlihat sangat hati-hati, dengan jarak pandang ke sungai di bawah jembatan yang cukup tinggi. Kesalahan kecil berpotensi berujung fatal.

Hingga Selasa, 13 Januari 2026, video tersebut telah ditonton lebih dari 38 ribu kali dan menuai beragam komentar warganet yang menyuarakan keprihatinan serta desakan agar pemerintah segera turun tangan.

Dalam keterangan unggahan itu disebutkan bahwa jembatan gantung tersebut merupakan akses penghubung antara Desa Segene Balik dengan Desa Atu Gogop, Desa Balik, Desa Belang Balik, dan Desa Kulem Balik.

Tak hanya itu, pada bagian lain video juga memperlihatkan anak-anak dan warga yang memilih menyeberangi sungai secara langsung.

Saat debit air sedang surut, sungai berubah menjadi hamparan pasir dan bebatuan yang masih dapat dilalui dengan berjalan kaki, meski di beberapa titik air tetap mengalir deras.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB