berita

Tali Jembatan Darurat di Desa Reje Payung Aceh Tengah Putus, Relawan Sempat Terjatuh Saat Salurkan Bantuan

Kamis, 8 Januari 2026 | 10:51 WIB
Jembatan tali di Desa Reje Payung, Aceh Tengah putus dan menyebabkan sejumlah relawan dan warga sempat hanyut - WartaPesona.com (Lamongan Network - Jatim Network)

Baca Juga: Haru di Bener Meriah, Dokter Ilham Ceritakan Relawan yang Berduka namun Tak Henti Membantu Korban Banjir

Perbaikan Langsung Dilakukan di Hari yang Sama

Usai kejadian, perbaikan jembatan darurat langsung dilakukan agar aktivitas warga dan distribusi bantuan tidak terhenti terlalu lama.

Aparat TNI dari Koramil 05/Linge bersama masyarakat setempat bekerja cepat memperbaiki dan memasang kembali tali jembatan.

“Jembatan tali yang tadi siang terjadi insiden putus saat warga melansir logistik, Alhamdulillah berkat kerja sama anggota Koramil dan masyarakat, pada maghrib ini jembatan sudah kami pasang kembali,” ujar anggota Koramil 05/Linge DPP, Serka M. Tuah Hasibuan.

Ia menambahkan, dengan kembali terpasangnya jembatan darurat tersebut, warga sudah bisa melintas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta melanjutkan penyaluran logistik ke desa-desa terdampak.

“Alhamdulillah warga bisa melintas kembali dan membawa logistik ke Desa Reje Payung,” imbuhnya.

Baca Juga: Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota Jadi Perhatian Publik, Polisi Pasang Garis Pengaman di Area Persawahan

Sejumlah Desa Masih Terisolir

Kendati jembatan darurat telah diperbaiki, kondisi akses di Aceh Tengah secara umum masih memprihatinkan.

Banyak jalur penghubung antardesa yang rusak berat, tertimbun longsor, atau tergerus banjir, sehingga menyulitkan mobilitas warga maupun relawan.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, hingga awal Januari 2026 masih terdapat sekitar 30 desa dengan total 14.889 jiwa yang tergolong terisolir.

Kecamatan Linge dan Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan tingkat kesulitan akses paling tinggi.

Penyaluran bantuan ke wilayah tersebut terpaksa dilakukan dengan cara ekstrem, mulai dari menyeberangi sungai menggunakan tali sling, meniti jembatan darurat, hingga memanfaatkan jalur udara untuk distribusi logistik tertentu.

Khusus di Desa Reje Payung, tercatat sekitar 331 jiwa masih sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Warga berharap pemerintah pusat dan daerah dapat segera mempercepat pembangunan jembatan permanen serta perbaikan infrastruktur agar aktivitas ekonomi dan sosial bisa kembali normal.

Bagi masyarakat setempat, jembatan darurat bukan hanya penghubung fisik, tetapi juga menjadi simbol perjuangan bertahan hidup di tengah keterbatasan pascabencana. *****

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB