Duka Mendalam, Namun Tetap Memikirkan Orang Lain
Meski telah mendapat penanganan medis, takdir berkata lain. Sang ibu dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Mendengar kabar duka itu, Ilham dan tim sepakat untuk menghentikan sementara kegiatan distribusi bantuan.
“Aku paham betul bagaimana rasanya kehilangan seorang ibu. Kami memutuskan untuk membatalkan kegiatan hari itu dan fokus mendampingi relawan tersebut, memberikan dukungan moral dan bantuan untuk keluarganya,” ujarnya.
Malam harinya, Ilham dan tim turut hadir dalam tahlilan di rumah duka. Di situlah, menurut Ilham, sisi kemanusiaannya benar-benar tersentuh.
“Dia mendekat ke aku dan bilang, ‘Dok, terima kasih sudah bantu. Untuk besok, rencananya kita mau ke mana ya? Bantuan mau disalurkan ke mana lagi?’” kata Ilham dengan suara bergetar.
Pertanyaan itu membuatnya terdiam. Di tengah duka kehilangan ibu, relawan tersebut masih memikirkan nasib orang lain yang membutuhkan bantuan.
“Dalam hati aku bilang, kamu yang sedang butuh bantuan. Tapi kamu masih sempat memikirkan orang lain,” lanjut Ilham.
Baca Juga: Air Minum Langka di Area Kota Aceh Tamiang, Warga : Mau Beli Susah, Bantuan Juga Minim
Kisah yang Menggetarkan Warganet
Cerita tersebut sontak mengundang empati dan pujian dari warganet. Kolom komentar unggahan Dokter Ilham dipenuhi doa dan apresiasi atas ketulusan relawan lokal tersebut.
“Dokter dan relawan dipertemukan dengan orang-orang kuat dan luar biasa. Sehat selalu semuanya,” tulis akun @titi*****.
“Beliau kehilangan seorang ibu, tapi mungkin merasa tidak ingin ibu-ibu lain ikut kehilangan nyawa,” komentar akun @qian*******.
“Semoga semua kebaikan anaknya menjadi amal jariyah untuk almarhumah ibunya,” tulis akun @mit*****.
“Hilang ibu, tapi masih ingat kemanusiaan. Relawan hebat,” tambah akun @irsy******.
Bagi Dokter Ilham, kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana dan duka, nilai kemanusiaan justru sering kali muncul dengan cara yang paling sederhana namun paling menggetarkan.