Risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) di Pengungsian
Lebih lanjut, dr. Daeng mencontohkan sejumlah penyakit yang berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB) di lingkungan pengungsian jika tidak segera diantisipasi.
Beberapa di antaranya adalah campak, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga penyakit menular lainnya.
“Itu yang kita hindari, karena kalau terjadi seperti itu, yang di pengungsian tambah menderita,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi pengungsian yang padat dan minim fasilitas kesehatan sangat rawan mempercepat penularan penyakit.
Oleh karena itu, kehadiran tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, serta sistem pemantauan kesehatan di posko menjadi hal mutlak.
“Oleh karena itu, memang penanganan kesehatan itu selain makanan dan air bersih, penting sekali untuk cepat dilayani,” tambahnya.
Dengan layanan kesehatan yang aktif sejak awal, potensi KLB dapat ditekan dan kualitas hidup para pengungsi tetap terjaga meski berada dalam kondisi darurat.
Posko Kesehatan Harus Dibuka Sejak Fase Awal
Dr. Daeng menegaskan bahwa posko banjir tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyaluran bantuan logistik, tetapi juga harus menjadi pusat layanan kesehatan dasar.
Menurutnya, posko kesehatan idealnya dibuka segera setelah fase pencarian dan penyelamatan.
“Pertama itu biasanya kan pencarian dan penyelamatan. Di pencarian dan penyelamatan itu sekaligus pertolongan pertama dan evakuasi. Itu biasanya dikumpulkan di tempat tertentu,” paparnya.
Setelah fase tersebut, lanjutnya, pelayanan kesehatan harus langsung berjalan secara aktif untuk mencegah penyakit berkembang dan menyebar di lingkungan pengungsian.
“Pelayanannya sudah harus dimulai untuk mencegah penyakit-penyakit itu tidak menyebar, tidak tambah buruk,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan medis akan berdampak langsung pada kondisi kesehatan pengungsi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Baca Juga: Akses Terputus, Relawan dan Warga Gotong Royong Seberangkan Logistik ke Desa Pasir Gayo Lues
Keterlambatan Penanganan Bisa Perparah Kondisi Warga
Dr. Daeng juga menyoroti risiko besar jika layanan kesehatan terlambat hadir di lokasi pengungsian.