Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut mengabadikan perjalanan tim medis yang harus meniti jembatan tali darurat demi menjangkau warga terdampak.
Jembatan tali tersebut menjadi satu-satunya akses yang menghubungkan Desa Uyem Beriring dan Desa Pasir setelah jembatan utama hancur diterjang banjir bandang.
Dengan kondisi yang minim pengaman dan berada di atas aliran sungai, jembatan ini hanya bisa dilalui dengan kehati-hatian ekstra.
Meski penuh risiko, tim Kemenkes tetap menempuh jalur tersebut demi memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada warga yang terdampak dan belum tersentuh bantuan optimal.
Langkah ini dinilai penting mengingat warga di daerah terisolasi rentan mengalami gangguan kesehatan, baik akibat kondisi lingkungan pascabanjir maupun keterbatasan akses fasilitas medis.
Baca Juga: Pascabanjir di Bener Meriah, Jembatan Darurat Masih Rawan dan Akses Logistik Terhambat
Status Tanggap Darurat Diperpanjang
Masih adanya wilayah yang belum terjangkau bantuan secara maksimal mendorong Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk memperpanjang status tanggap darurat.
Status tersebut diperpanjang terhitung sejak 22 hingga 31 Desember 2025.
Perpanjangan ini dilakukan agar proses penanganan bencana, distribusi bantuan, serta pemulihan bagi warga terdampak dapat dilakukan dengan lebih cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh.
Pemerintah daerah berharap dengan status tanggap darurat yang diperpanjang, dukungan dari pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, serta relawan dapat terus mengalir hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih.
Baca Juga: Jalan Terputus, Warga Rusip Antara Aceh Tengah Bangun Jembatan Darurat Secara Manual
Data Korban Terus Bertambah
Sementara itu, berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera masih terus dipantau.
Tercatat adanya dua penambahan korban meninggal dunia di wilayah Aceh dan Sumatera Barat.
Dengan penambahan tersebut, hingga 26 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana banjir di Sumatera mencapai 1.137 orang, sementara 163 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Adapun jumlah warga terdampak yang terpaksa mengungsi di tiga provinsi kini mencapai 457.255 jiwa.