WartaPesona.com – Kabar menggembirakan datang dari wilayah tengah Aceh. Akses utama yang menghubungkan Takengon dengan Bireuen melalui jalur Tenge Besi kini mulai terbuka dan kembali terhubung setelah sebelumnya terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Pembukaan jalur ini menjadi titik balik penting di tengah kondisi darurat yang dialami ribuan warga di Takengon, Bener Meriah, dan Bireuen.
Selama berhari-hari, kisah perjuangan warga korban banjir viral di media sosial, mulai dari sulitnya mendapatkan bantuan logistik hingga terpaksa berjalan kaki melintasi jalur longsoran yang licin dan berbahaya.
Sebelumnya, jalur Tenge Besi sama sekali tidak bisa dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Putusnya akses ini membuat distribusi bantuan terhambat dan ribuan warga di wilayah pedalaman terisolasi.
Baca Juga: Berbekal Senter dan Alat Seadanya, Warga Pematang Durian Bersihkan Jembatan di Tengah Gelap
Korban Terpaksa Jalan Kaki Ambil Bantuan
Selama jalur Tenge Besi tertutup, warga yang hendak mengambil bantuan logistik terpaksa menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.
Mereka harus melewati bekas longsoran tanah dan lumpur dengan medan yang terjal dan licin, mempertaruhkan keselamatan demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
Kondisi tersebut memicu keprihatinan luas dari masyarakat. Banyak relawan dan warganet membagikan video dan foto perjuangan warga yang memanggul bantuan secara manual dari titik distribusi terdekat.
Ungkapan Haru Pembukaan Jalur Tenge Besi
Kabar dibukanya kembali jalur Tenge Besi pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @syahru_ozer pada Rabu, 24 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengungkapkan rasa syukur atas terbukanya kembali akses vital tersebut.
“Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya jalan penghubung Bireuen–Takengon sudah terhubung,” tulisnya dalam keterangan unggahan.
Ia juga berharap dengan terbukanya jalur darat tersebut, bantuan dan donasi dari berbagai daerah dapat segera masuk ke wilayah-wilayah terdampak yang selama ini terisolasi.
“Semoga seluruh bantuan dan donasi via darat bisa segera masuk untuk membantu korban bencana alam di daerah terisolir di wilayah tengah, Takengon, dan Bener Meriah,” imbuhnya.