berita

Tiga Hari Menahan Lapar dan Haus, Warga Aceh Tamiang Hanya Terima Beras Dua Gelas

Kamis, 18 Desember 2025 | 10:24 WIB
Warga Aceh Tamiang bertahan 3 hari tanpa air dan makan, akhirnya dapat bantuan beras 2 gelas per KK - WartaPesona.com (EWonosobo.com)

Pengalaman pahit itu meninggalkan luka batin yang mendalam bagi sang ibu. Ia menggambarkan betapa berat beban yang harus ditanggung, terutama sebagai seorang ibu yang menyaksikan anggota keluarganya merasakan lapar dan haus tanpa bisa berbuat banyak.

“Begitulah rasa sedihnya luar biasa,” tuturnya, menggambarkan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Bantuan yang sangat dinantikan akhirnya tiba setelah mereka melewati masa kritis selama 72 jam.

Namun harapan untuk mendapatkan bantuan yang cukup pupus, lantaran jumlah logistik yang diterima sangat terbatas.

Untuk satu kepala keluarga, mereka hanya mendapatkan dua gelas beras, jumlah yang tentu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tiga hari tiga malam baru dapat bantuan. Itu pun dapat bantuan beras dua gelas, satu KK berasnya dua gelas,” kata sang ibu, menjelaskan kondisi pembagian bantuan yang ia terima.

Meski bantuan tersebut sangat minim, bagi keluarganya itu menjadi tanda bahwa mereka tidak sepenuhnya dilupakan.

Baca Juga: BNPB Hadir untuk Aceh Utara, Kepala BNPB Janjikan Dukungan Penuh

Dua gelas beras itu menjadi simbol harapan kecil di tengah keterbatasan dan penderitaan yang mereka alami selama berhari-hari terisolasi banjir.

Di tengah situasi yang begitu sulit, sang ibu tetap menunjukkan ketegaran luar biasa. Ia mengaku berusaha ikhlas dan bersyukur atas apa pun yang diterima, meski jauh dari kata cukup.

Keimanan dan rasa pasrah kepada Tuhan menjadi kekuatan utama yang membuatnya mampu bertahan.

“Alhamdulillah, Allah itu walaupun seperti ini masih menolong kami semuanya,” pungkasnya dengan suara lirih namun penuh keyakinan.

Kisah ini menjadi potret nyata beratnya perjuangan para korban banjir di wilayah yang sulit dijangkau bantuan.

Terisolasi oleh kondisi alam dan keterbatasan akses, banyak warga harus bertahan dalam kondisi serba kekurangan sebelum bantuan benar-benar tiba.

Cerita sang ibu dari Aceh Tamiang ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya percepatan penanganan bencana dan pemerataan distribusi bantuan agar tidak ada warga yang harus menahan lapar dan haus selama berhari-hari di tengah musibah. *****

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB