Inisiatif Distribusi Lewat Pesawat Bantuan
Tak berhenti pada proses panen, Ferry bersama tim Malaka Project turut memikirkan cara agar hasil pertanian tersebut bisa terserap pasar dengan cepat.
Salah satu langkah yang diambil adalah memanfaatkan pesawat pengangkut bantuan bencana yang sebelumnya membawa logistik ke Aceh Tengah.
Dalam unggahan tersebut, terlihat kardus-kardus berisi cabe merah disusun rapi di bandara untuk kemudian dikirim ke Jakarta.
Pengiriman ini dilakukan melalui Bandara Rembele, yang menjadi salah satu jalur utama distribusi bantuan.
“Ide besarnya, dengan pesawat bantuan yang datang ke Bandara Rembele, lalu kembali ke Jakarta membawa hasil panen yang sudah dibeli,” jelas Ferry.
Dengan skema tersebut, bantuan kemanusiaan tetap berjalan, sementara pesawat yang kembali ke Jakarta tidak pulang dalam kondisi kosong.
“Bantuan mengalir dan ekonomi warga juga berputar,” imbuhnya.
Baca Juga: Koneksi Internet Jadi Obat Rindu, Ayah Pengungsi Aceh Tamiang Menangis Bahagia
Dampak Nyata bagi Warga
Inisiatif tersebut dinilai mampu memberikan dampak langsung bagi warga terdampak banjir bandang.
Para petani tetap memperoleh penghasilan, sementara roda ekonomi di tingkat lokal perlahan kembali bergerak.
Bagi warga, upaya ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal bantuan darurat, tetapi juga tentang menghidupkan kembali aktivitas ekonomi.
Ferry menegaskan bahwa langkah ini masih merupakan tahap awal dan diharapkan bisa dikembangkan lebih luas ke sektor pertanian lain.
“Ini baru awal, semoga ada lebih banyak perputaran ekonomi yang bisa kita lakukan,” tegasnya.
Ia pun berharap kolaborasi antara relawan, pelaku usaha, dan pemerintah dapat terus terjalin agar pemulihan di wilayah Sumatera berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
“Semoga dengan adanya inisiatif ini, bantuan bisa semakin mudah mengalir, ekonomi kembali berputar, dan warga Sumatera bisa lekas pulih,” tandas Ferry.