berita

Warga Bener Meriah Rebutan BBM dan Logistik di Jalur Terisolir, Rela Tempuh Perjalanan Berjam-jam Demi Kebutuhan Harian

Jumat, 12 Desember 2025 | 16:10 WIB
Warga Bener Meriah yang harus berjalan kaki hingga 3 jam untuk mendapatkan BBM karena wilayahnya masih terisolir - WartaPesona.com (Poros Jakarta)

WartaPesona.com – Pembukaan akses menuju sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Aceh, khususnya Kabupaten Bener Meriah, hingga kini masih menjadi pekerjaan berat bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Meski alat berat telah dikerahkan, medan terjal, bekas longsoran tanah, serta jalur yang terputus total membuat bantuan logistik belum bisa masuk secara optimal.

Kondisi ini berdampak langsung pada kebutuhan dasar warga, mulai dari bahan makanan, BBM, hingga keperluan harian lainnya.

Di tengah keterisolasian tersebut, berbagai momen yang terekam warga beredar luas di media sosial, memperlihatkan bagaimana masyarakat harus berjuang keras demi mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari.

warga Bener Meriah yang harus berjalan kaki hingga 3 jam untuk mendapatkan BBM karena wilayahnya masih terisolir - WartaPesona.com (Poros Jakarta)

Baca Juga: Jalan Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Warga Bener Meriah Tempuh Perjalanan Melelahkan Demi Logistik

‘Pasar Minyak Dadakan’ Muncul di Bener Meriah

Sebuah video yang diunggah akun TikTok @seputar.provinsi.aceh, Jumat 12 Desember 2025, memperlihatkan pemandangan tidak biasa di Kampung Kem, Bener Meriah.

Puluhan warga terlihat mengerubungi mobil bak terbuka yang membawa drum berisi BBM.

Momen itu disebut terjadi pada Senin, 8 Desember 2025.

“Suasana pasar minyak di kampung Kem. Warga berbondong-bondong datang dari Takengon dan Bener Meriah untuk membeli sembako dan BBM,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Dalam video, tampak warga berdiri rapat mengelilingi truk bak terbuka. Suasana ramai itu dikelilingi tebing tanah berwarna merah bekas longsoran yang masih terlihat jelas di sekitarnya.

Fenomena “pasar minyak dadakan” ini tidak lepas dari terputusnya akses distribusi BBM ke daerah tersebut.

Satu-satunya cara warga mendapatkan bahan bakar adalah dengan mendatangi lokasi-lokasi tertentu yang dapat dilewati kendaraan besar, meski harus berjalan kaki cukup jauh.

Baca Juga: Curhat Pengungsi Pria Usai Banjir Sumut : ‘Baju Wanita Melimpah, Kami yang Laki-Laki Bingung’

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB