berita

Polemik Bantuan Bencana Memanas, Ferry Irwandi Tanggapi Sindiran Anggota DPR Endipat Wijaya

Kamis, 11 Desember 2025 | 14:36 WIB
Menyoroti kontroversi influencer, Ferry Irwandi dengan anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya ihwal aksi donasi warga untuk korban bencana Sumatera - WartaPesona.com (Ngerti.id)

“Tidak ada orang yang bisa merasa kesal ketika mendapatkan dukungan sebesar ini,” sambungnya.

CEO Malaka Project itu menjadi salah satu figur yang paling disorot setelah menggalang donasi warga yang dalam waktu singkat mencapai Rp10 miliar, digunakan untuk logistik, dapur umum, dan bantuan langsung bagi para korban bencana.

Baca Juga: Prabowo Bermalam di Aceh, Tambah Anggaran Rp20 M untuk Provinsi & Rp4 M untuk Kabupaten : Fokus Penuhi Kebutuhan Bayi dan Perempuan

Sudah Ada Permintaan Maaf dari Endipat

Ferry kemudian mengungkapkan hal penting yang tidak banyak diketahui publik: Endipat telah menghubunginya secara pribadi untuk meminta maaf atas ucapan yang menimbulkan kontroversi tersebut.

“Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf,” jelas Ferry.
“Saya juga menerima itu karena tidak ada gunanya memelihara konflik di situasi seperti sekarang.”

Ia menegaskan bahwa fokusnya tetap pada kebutuhan warga terdampak, bukan pada drama politik atau perdebatan di media.

Ferry bahkan mengatakan telah menyampaikan beberapa kondisi dan kebutuhan mendesak warga di lapangan kepada Endipat, yang menurutnya diterima baik.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kontroversi ini berawal dari dua narasi besar:

  1. Narasi solidaritas masyarakat, di mana publik melihat gerakan cepat Ferry Irwandi dan komunitasnya sebagai bukti bahwa masyarakat mampu bahu membahu saat krisis.

  2. Narasi keberadaan negara, yang ditekankan oleh Endipat bahwa pemerintah sudah bergerak jauh lebih besar dan lebih luas daripada apa yang terlihat di media sosial.

Di titik inilah letak gesekan terjadi. Banyak warga merasa kerja pemerintah kurang terlihat, sementara aksi Ferry dan relawan terekspose dengan jelas di media sosial.

Sebaliknya, pemerintah menilai narasi publik menjadi bias dan menimbulkan kesan bahwa negara abai, padahal sudah mengerahkan sumber daya besar.

Ferry dalam klarifikasinya menolak memperpanjang polemik itu. Baginya, yang terpenting adalah memastikan bantuan terus mengalir dan kebutuhan korban terpenuhi.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB