Fenomena Siklon : Ancaman Berulang yang Harus Diantisipasi
Alex turut menyoroti bahwa fenomena siklon tropis yang memicu hujan ekstrem dan mempengaruhi pola cuaca di Sumatera memiliki potensi untuk berulang.
Dengan iklim global yang semakin tidak stabil, kejadian serupa dapat kembali melanda di tahun-tahun mendatang.
“Siklon seperti ini bisa kembali terjadi. Karena itu kebijakan kehutanan yang lebih adaptif sangat diperlukan,” ucapnya.
Ia menilai perlu ada langkah-langkah mitigasi antisipatif, termasuk pemulihan kawasan hulu, penataan kembali daerah rawan longsor, serta pengetatan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak struktur alam di daerah perbukitan.
Baca Juga: Suharyanto Mohon Maaf ke Pemkab Tapsel : Dampak Banjir Jauh Lebih Parah dari Perkiraan
Mengutamakan Warga yang Terdampak
Di tengah pembahasan kebijakan dan rencana jangka panjang, Alex menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini tetap harus pada penanganan para korban di lapangan.
Ribuan warga masih mengungsi, akses ke beberapa daerah terisolasi, dan pasokan logistik belum semuanya tiba tepat waktu.
Alex meminta agar seluruh kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga penanggulangan bencana memperkuat koordinasi.
“Kebijakan jangka panjang penting, tetapi kebutuhan warga terdampak tidak bisa menunggu,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa penanganan darurat dan evaluasi lingkungan adalah dua langkah yang harus dikerjakan paralel, saling melengkapi, bukan saling menunggu.
Dengan koordinasi yang kuat, pemerintah diharapkan mampu menurunkan risiko bencana berulang sekaligus memastikan rakyat yang terdampak mendapatkan bantuan secepat mungkin. *****