Ia juga menegaskan bahwa pihak mitra pengelola petugas frontliner masih melakukan evaluasi internal untuk mengetahui fakta sebenarnya di lapangan.
“Kami perlu melakukan penelusuran lebih dulu untuk memastikan kejadian sebenarnya,” sambungnya.
Kasus Sederhana yang Membuka Banyak Perbincangan
Walau bermula dari kehilangan sebuah tumbler, kasus ini membuka percakapan yang lebih luas di ruang digital : soal pelayanan publik, soal komunikasi, hingga soal bagaimana sebuah unggahan bisa berdampak terhadap reputasi seseorang maupun instansi.
Hingga kini, pihak terkait masih menelusuri bagaimana tumbler itu bisa hilang dan mengapa informasi yang simpang siur bisa berkembang begitu cepat.
Publik masih menantikan kronologi versi lengkap dari Alvin serta hasil investigasi resmi KAI Commuter.
Yang jelas, pihak KAI telah memastikan: tidak ada pemecatan pegawai dalam kasus ini.