WartaPesona.com – Kehadiran Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Minggu, 23 November 2025, menjadi salah satu sorotan besar media internasional. Momen ini bukan hanya menandai partisipasi pertamanya di forum global sebagai Wapres, tetapi juga memperlihatkan gaya diplomasi yang aktif, terbuka, dan akomodatif.
Gibran Disorot karena Diplomasi Hangat dengan Pemimpin Dunia
Sejak tiba di lokasi acara, Gibran terlihat bergerak luwes dan percaya diri saat berinteraksi dengan para pemimpin negara G20. Ia hadir dalam berbagai sesi diskusi dan melakukan sejumlah pertemuan informal di sela agenda utama.
Momen yang paling banyak menarik perhatian kamera adalah ketika Gibran bertemu Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva. Keduanya berjabat tangan, berpelukan, dan terlibat dalam percakapan ringan.
Melalui penerjemah, Lula menanyakan kabar Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, kepada Gibran.
“Bagaimana kabar Presiden Prabowo?” tanya Lula.
“He’s good, thank you,” jawab Gibran fasih dalam Bahasa Inggris.
Lula kemudian menggenggam kedua tangan Gibran dengan penuh kehangatan dan gestur yang jarang dilakukan Lula kepada pemimpin muda lainnya, sehingga semakin menambah sorotan.
Tak hanya Lula, Gibran juga berbincang intens dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menjelang sesi foto bersama.
Keduanya terlihat berdiskusi serius dengan gestur tubuh yang menunjukkan kedekatan dan fokus.
Selain itu, ia juga berdialog dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang memberikan perhatian pada isu digitalisasi dan ekonomi global.
Kehadiran Gibran di ruang-ruang diplomasi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi aktif membangun jejaring strategis di antara pemimpin top dunia.
Gibran Angkat Isu Gaza dan Konflik Kemanusiaan di Sidang Pleno G20
Dalam sesi kedua KTT G20, Gibran mengambil peran lebih substantif. Ia memanfaatkan panggung internasional untuk menyoroti krisis kemanusiaan global, terutama konflik yang terjadi di Gaza, Ukraina, Sudan, hingga kawasan Sahel.