WartaPesona.com — Upaya pencarian korban hilang akibat tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus digenjot tim gabungan hingga memasuki hari ketiga.
Kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat menjadi tantangan utama, namun tim SAR memastikan pencarian tetap dilakukan secara maksimal.
Pencarian Korban Terus Diperluas: 12 Orang Masih Belum Ditemukan
Direktur Operasional Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo, menyampaikan perkembangan terbaru dalam konferensi pers pada Sabtu, 15 November 2025. Hingga sore hari, tim SAR telah mengevakuasi 8 orang survivor tambahan.
“Sehingga sampai dengan hari ketiga, dari 23 nama yang masuk dalam pencarian, telah berhasil kita evakuasi sejumlah 11 orang. Masih ada 12 korban yang menjadi fokus pencarian,” ujar Yudhi.
Tim SAR yang terlibat terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD Jawa Tengah, relawan, dan unsur masyarakat setempat. Medan yang curam dan kondisi tanah yang masih labil membuat proses evakuasi berjalan penuh kehati-hatian.
Kerja Keras Tim Gabungan di Lokasi: Medan Berbahaya, Cuaca Tidak Stabil
Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, menjelaskan bahwa tim bekerja mulai pagi hingga sore, bergantung pada kondisi cuaca. Curah hujan yang tinggi kerap membuat evakuasi harus dihentikan sementara.
“Kondisi tanah longsoran rentan bergerak. Saat hujan turun, tanah makin lembek dan berisiko menimbulkan longsor susulan. Tim harus sangat hati-hati,” jelas Bergas.
Meski begitu, sejumlah alat berat tetap diturunkan untuk membantu percepatan, terutama pada titik-titik yang teridentifikasi sebagai lokasi potensial keberadaan korban.
Upaya Relokasi: Pemda Siapkan Lahan, BNPB Bangun Huntara
Selain pencarian korban, pemerintah pusat dan daerah juga bergerak cepat menyiapkan relokasi bagi warga yang kehilangan rumah.
Bergas mengatakan relokasi dilakukan melalui kerja sama antara Pemkab Cilacap dan BNPB.
“Pemda menyiapkan lahannya, BNPB menyiapkan huntara atau hunian sementara,” jelasnya.