berita

Ledakan SMAN 72 Jakarta : Dari Luka Fisik hingga Luka Sosial di Dunia Pendidikan Indonesia

Kamis, 13 November 2025 | 15:34 WIB
SMA N 72 Jakarta - WartaPesona.com (Kompas Megapolitan)

WartaPesona.com - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengumumkan perkembangan terbaru dalam penyelidikan kasus ledakan di SMA Negeri (SMAN) 72 Jakarta yang sempat menggegerkan publik pada Jumat, 7 November 2025.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa anak berkonflik dengan hukum (ABH) berinisial MF, yang diduga sebagai pelaku dalam peristiwa tersebut, kini telah sadar setelah menjalani operasi dekompresi tulang kepala di RS Soekanto, Jakarta Timur.

“ABH kondisi sudah sadar,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Meski begitu, Budi menegaskan penyidik belum dapat meminta keterangan langsung karena kondisi kesehatan MF masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi. “Belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih pemulihan,” jelasnya.

Operasi Darurat untuk Selamatkan Nyawa MF

Sebelumnya, Kombes Pol Martinus Ginting dari Bidang Dokkes Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa operasi dilakukan demi menstabilkan kondisi MF pasca insiden.
“Pasien ini dirawat di RS Soekanto untuk kepentingan pasien. Kami lakukan tindakan operasi dekompresi tulang kepala agar tekanan di otak berkurang,” ujarnya pada Selasa (11/11/2025).

Operasi tersebut dilakukan setelah MF ikut terdampak ledakan di area laboratorium sekolah yang menyebabkan 96 orang luka-luka, sebagian di antaranya mengalami luka bakar dan trauma akibat suara ledakan keras.

Kehidupan Pribadi MF dan Dugaan Tekanan Sosial

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui MF tinggal hanya bersama ayahnya di Jakarta, sementara sang ibu telah lama bekerja di luar negeri. Kondisi keluarga yang tidak utuh ini disebut membuat MF tumbuh dalam suasana sepi dan tertutup dari lingkungan sosialnya.

“ABH tinggal bersama ayahnya, sementara ibu bekerja di luar negeri,” ungkap Budi Hermanto dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/11/2025).

Pihak kepolisian kini tengah mendalami dugaan adanya faktor perundungan (bullying) atau tekanan sosial di sekolah yang mungkin berperan dalam memicu tindakan MF.
“Masih dilakukan pendalaman agar fakta sebenarnya bisa ditemukan,” kata Budi.

Sumber internal kepolisian menyebut, sejumlah teman sekelas dan guru MF telah dimintai keterangan untuk memetakan latar belakang psikologis dan hubungan sosial MF di lingkungan sekolah.

Ledakan yang Jadi Alarm Serius bagi Dunia Pendidikan

Kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta memunculkan gelombang keprihatinan luas dari masyarakat dan para pemerhati pendidikan.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menyebut peristiwa ini sebagai “tamparan keras bagi dunia pendidikan Indonesia.”

Menurut Kenneth, sekolah tak boleh lagi hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus menaruh perhatian besar pada pembinaan karakter dan kesehatan mental siswa.

“Anak-anak kita bukan hanya perlu diajarkan akademik, tetapi juga harus dibimbing dan dibina karakternya,” ujar Kenneth dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/11/2025).

Ia menilai, sistem pendidikan yang terlalu menekan pencapaian nilai tanpa memperhatikan kesejahteraan psikologis siswa telah menciptakan ruang bagi stres, isolasi sosial, hingga perilaku ekstrem.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB