berita

Viral Lift Kaca di Pantai Kelingking Bali Dinilai Rusak Keindahan Alam, Bukti Lemahnya Tata Ruang dan Perizinan?

Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:30 WIB
Struktur rangka lift kaca tampak mencolok di tebing Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali, memicu protes publik yang menilai proyek tersebut merusak panorama alami kawasan wisata ikonik itu. (Instagram/@pembasmi.kehaluan.reall)

Mereka menegaskan tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan kenyamanan wisatawan tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Meski demikian, reaksi publik terus bergulir dan memunculkan kembali sorotan terhadap lemahnya pengawasan Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) di Bali.

Menanggapi hal ini, Gubernur Bali I Wayan Koster mengingatkan bahwa pembangunan di kawasan wisata strategis harus melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi tengah melakukan penataan ulang tata ruang secara ketat untuk mencegah pelanggaran di masa mendatang.

Baca Juga: Gaya 'Koboy' Menkeu Purbaya Dinilai Efektif, Ternyata Berdampak Langsung ke Daya Beli dan Kepercayaan Publik

“Aktivitas penegakan aturan terhadap tata ruang, aset, dan perizinan sudah sangat baik, dan ini harus terus diperkuat,” ujar Koster dalam pernyataan resminya, Selasa (28/10/2025).

Dengan sorotan publik yang terus menguat, proyek lift kaca di Pantai Kelingking kini menjadi simbol tarik-ulur antara modernisasi pariwisata dan pelestarian lingkungan.

Banyak pihak berharap pemerintah segera meninjau kembali arah kebijakan TRAP agar pembangunan pariwisata di Bali tetap berkelanjutan dan tidak mengorbankan warisan alamnya yang menakjubkan.***

Halaman:

Tags

Terkini