Ringkasan :
- CEO Promedia, Agus Sulistriyono, menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya sekadar bantuan sosial, melainkan motor penggerak ekonomi rakyat.
- Agus juga menyoroti pentingnya tata kelola yang bersih dan bebas dari praktik “tukang olah proyek” yang dapat mencederai tujuan mulia program tersebut.
- Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Pemred Promedia, Sunardi Panjaitan, menilai bahwa pelaksanaan MBG perlu lebih banyak melibatkan produsen lokal agar manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat daerah.
Ringkasan ini dihasilkan oleh AI.
WartaPesona.com - CEO Promedia, Agus Sulistriyono, menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) bukan sekadar proyek sosial, tetapi sebuah gerakan besar untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Menurutnya, jika sistem pengelolaan diperbaiki dan transparansi dijaga, program ini bisa menciptakan efek domino berupa pembukaan lapangan kerja, penyerapan bahan baku dari petani, serta peningkatan daya beli masyarakat di daerah.
Agus menilai, kesuksesan MBG akan menjadi fondasi penting dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 6 hingga 8 persen seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Menelaah Usulan DPR untuk BGN Libatkan Sekolah dalam Penyajian MBG
Ia menekankan pentingnya tata kelola yang terbuka dan akuntabel agar program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat kecil.
Namun, ia juga memperingatkan agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan program ini untuk kepentingan pribadi.
“Isu komisi dan permainan proyek harus disapu bersih. Jangan ada tukang olah proyek yang merusak program unggulan Presiden,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Pemred Promedia, Sunardi Panjaitan, menilai kritik terhadap pelaksanaan MBG sangat konstruktif untuk perbaikan ke depan.
Baca Juga: BGN Pastikan Dapur MBG Terverifikasi, Tepis Isu 5.000 SPPG Fiktif
Ia menyoroti bahwa sebagian daerah masih terlalu bergantung pada pemasok besar dalam pengadaan bahan pangan.
“Idealnya, produsen lokal seperti petani dan UMKM harus dilibatkan lebih banyak agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya.
BGN sendiri berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi bahan pangan lokal dalam implementasi MBG agar program ini menjadi pondasi kuat bagi gizi nasional dan pemerataan ekonomi rakyat.***