Asisten Deputi Bidang MICE Kementerian Pariwisata, Titus Haridjati, mengungkapkan lima poin penting yang dihasilkan SEABEF 2025, yaitu:
- Komitmen terhadap keberlanjutan — seluruh peserta sepakat mengadopsi standar “green event” dalam kegiatan mendatang.
- Dorongan investasi strategis — peluang kolaborasi di bidang infrastruktur, teknologi, dan SDM semakin terbuka luas.
- Pembentukan jaringan kolaborasi industri event Asia Tenggara — untuk memperkuat kerja sama lintas negara.
- Pemanfaatan teknologi baru — seperti AI dan data analytics untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan event.
- Penguatan SDM — melalui pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar setara dengan standar global.
“SEABEF 2025 memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin dalam ekosistem bisnis event Asia Tenggara,” ujar Titus.
Langkah Strategis Menuju MICE Berkelanjutan
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, turut mendampingi Wamenpar Ni Luh Puspa.
Ia menyebut bahwa forum ini tidak hanya menghasilkan komitmen, tetapi juga membuka ruang investasi dan kolaborasi yang konkret bagi pelaku industri MICE di kawasan.
“Ini momentum untuk menjadikan Indonesia sebagai hub utama penyelenggaraan event skala internasional di Asia Tenggara,” pungkasnya.***