berita

Wow! Kemenpar dan Baznas Gabung Kekuatan, Zakat Kini Bisa Bangun Desa Wisata!

Kamis, 9 Oktober 2025 | 12:02 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya zakat sebagai bagian dari pariwisata berkelanjutan dalam acara Sosialisasi UPZ Kemenpar–Baznas di Jakarta, Rabu (8102025). (Dok. Kemenpar RI)

WartaPesona.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjalin sinergi strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam mengoptimalkan pengumpulan dan pengelolaan zakat di lingkungan Kemenpar.

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret menuju pembangunan pariwisata yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan Sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas–Kementerian Pariwisata yang digelar di Jakarta, Rabu (8/10/2025), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya zakat sebagai instrumen sosial yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga berdampak ekonomi dan sosial luas.

Kemenpar dan Baznas resmi bersinergi dalam pengelolaan zakat untuk mendukung pariwisata inklusif dan pemberdayaan UMKM. (Dok. Kemenpar RI)

Baca Juga: Langkah Berani IFG! Bantu Mahasiswa Kurang Mampu Jadi Sarjana Hukum Unggul di STIH Adhyaksa

“Kerja sama ini adalah wujud pelaksanaan ajaran Islam sekaligus penguatan semangat gotong royong dalam kebaikan. Zakat tidak hanya kewajiban, tapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial,” ujar Menteri Widiyanti.

Menteri Widiyanti bersama jajaran pejabat Kemenpar dan Baznas berkomitmen mendorong pariwisata yang berkeadilan melalui pengelolaan zakat profesional. (Dok. Kemenpar RI)

Menurut data Kemenpar, potensi muzakki di satuan kerja pusat mencapai 992 pegawai muslim. Melalui peran aktif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenpar, potensi besar tersebut dapat diarahkan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata.

Penyaluran zakat dari UPZ Kemenpar tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat miskin, tetapi juga difokuskan pada sektor pariwisata.

Sekitar 70 persen dana zakat disalurkan untuk pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah, sementara 30 persen diarahkan untuk pengembangan wisata halal, desa wisata, serta pemberdayaan pelaku UMKM di berbagai daerah.

Baca Juga: Spektakuler! Festival Lamaholot 2025 di Lembata Bikin Ribuan Wisatawan Terkesima

“Melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, kami ingin zakat ini menjadi gerakan sosial bersama yang memperkuat kesejahteraan, mendukung ekonomi lokal, dan menumbuhkan semangat pariwisata yang inklusif,” tambahnya.

Kinerja UPZ Kemenpar sendiri terbilang membanggakan, dengan raihan empat penghargaan nasional dari Baznas, di antaranya Penghargaan Optimalisasi Potensi Zakat dan Penghargaan Penyaluran ZIS Terbaik.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Kemenpar seperti Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Diah M. Paham, serta Ketua Pembinaan Rohani Islam Kemenpar Reza Fahlevi.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB