Dalam pernyataannya, Cantika menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat. Ia juga menegaskan tidak akan lepas tangan atas kejadian tragis ini.
“Turut berduka cita untuk kedua korban yang meninggal dunia. Saya tidak akan lepas tanggung jawab untuk keluarga korban yang ditinggalkan. Terima kasih,” ungkapnya dengan nada sedih.
Cantika mengaku peristiwa itu menjadi pelajaran besar baginya dan berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara.
“Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk aku dan kalian semua. Tetap hati-hati di jalan dan pastikan kendaraan kalian dalam kondisi aman serta lengkap sesuai standar berkendara,” tambahnya.
Baca Juga: Taylor Swift The Life of a Showgirl: Lagu, Lirik, dan Siapa yang Jadi Inspirasinya?
Sorotan Soal Jalanan Gelap dan Motor Tanpa Lampu
Kecelakaan ini membuka kembali isu klasik soal keselamatan jalan di daerah, terutama minimnya penerangan dan banyaknya kendaraan yang melintas tanpa lampu utama.
Beberapa warga sekitar mengaku kondisi jalan di sekitar Desa Tulung memang gelap gulita pada malam hari.
“Kalau malam, lampu jalan jarang hidup. Banyak motor lewat tanpa lampu, jadi sering bahaya,” kata salah satu warga.
Cantika menutup pernyataannya dengan pesan reflektif.
“Tidak ada yang ingin terjadi, halangan tidak ada yang tahu, musibah tidak ada yang tahu. Semoga dari kejadian ini kita bisa belajar banyak,” ujarnya.
Kecelakaan yang merenggut dua nyawa remaja itu kini masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Namun satu hal pasti, tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan di jalan sering kali ditentukan oleh hal sederhana—seperti sebatang lampu yang menyala di tengah gelapnya malam. ***