berita

Menkeu Purabaya Wanti-wanti Gen Z yang Diintai FOMO saat Atur Duit hingga Bisa Bikin 'Besar Pasak daripada Tiang'

Kamis, 18 September 2025 | 01:55 WIB
Menyoroti pesan khusus Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa kepada generasi muda di Indonesia terkait cara mengelola keuangan. Ilustrasi foto. (Dok. Kemenkeu)

Promosi canggih pemikat kalangan generasi muda, termasuk Gen Z pun diyakini menggunakan bahasa dan visual yang memikat dengan berbagai diskon kredit.

"Contohnya di Amerika Serikat yang pernah terjadi (krisis) di 2008, itu sebenarnya kan karena (warganya) mengutang tapi tidak punya uang, seperti paylater," sebut Purbaya.

"Itu mulanya hutangnya dihimpun seperti kelihatan bagus, tapi kan akhirnya (keuangan warga) runtuh," sambungnya.

Pria kelahiran Bogor itu lantas mengingatkan, para generasi muda perlu waspada dalam penggunaan paylater dalam penerapan keuangan mereka.

"Mungkin pada awalnya meminjam seperti di pay later itu tidak terasa, tapi suatu saat tidak bayar. Kalau banyak (warga) ramai-ramai tidak bayar bagaimana? sistem ekonomi (negara) akan terguncang," terang Purbaya.

"Jadi, teman-teman generasi muda harus mengerti juga bahwa pay later bagus dalam keadaan tertentu, kalau kepepet tidak masalah," tambahnya.

Baca Juga: Jejak Karier Purbaya Yudhi Sadewa: dari Riset Ekonomi hingga Stabilitas Fiskal Nasional

4. Jangan Lebih Besar Pasak daripada Tiang

Terkait pengelolaan finansial bagi Gen Z, Menkeu Purbaya menyebut kebiasaan berhutang akan membuat seseorang menjadi terlena.

"Kalau tidak perlu banget, sebaiknya tidak usah untuk flexing (pamer harta), karena Anda seperti ngutang, sama saja dipaksa berhutang dan akhirnya terlena," paparnya dalam wawancara di siniar YouTube yang sama.

Pria yang kini menjabat sebagai Menkeu RI itu lalu mengungkapkan prinsip dasar pengelolaan uang yang diterapkan olehnya hingga hari ini.

"Jadi kalau saya patokannya adalah, kalau tidak punya duit, tidak usah bayar," tegas Purbaya.

Pria berusia 61 tahun itu lantas melontarkan pepatah "Jangan Lebih Besar Pasak daripada Tiang".

Hal itu berarti pengeluaran seseorang lebih besar daripada penghasilan yang dimilikinya, menunjukkan perilaku boros dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan finansial.

"Terlebih kalau kita tidak punya dana darurat ke depan, tidak usah ngutang dulu. Kecuali Anda yakin, pendapatan dalam sebulan, baru bisa cicil," tegas Purbaya.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB