Dalam hal pendapatan daerah, Rano menyebutkan bahwa target telah disusun secara realistis dengan mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) yang belum tergarap maksimal.
Belanja daerah difokuskan pada pembangunan gedung sekolah, layanan kesehatan, pengelolaan sampah, penanganan stunting, pelestarian budaya Betawi, dan pendirian koperasi di tingkat kelurahan melalui program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
“Penyertaan Modal Daerah (PMD) juga akan kami kawal agar benar-benar memberi dampak ekonomi dan mendukung kinerja BUMD dalam menjalankan pelayanan publik dan mendorong pembangunan Jakarta yang berkelanjutan,” tegas Rano.
Dengan penyusunan APBD yang lebih adaptif dan terfokus, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kota yang lebih manusiawi, modern, dan inklusif — sebuah Jakarta yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memajukan manusianya.***