WartaPesona.com- Bali, 11 Juni 2025 – Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2025 resmi dibuka oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Bali International Convention Center, Nusa Dua, sebagai forum bisnis pariwisata terbesar di Indonesia yang memperkuat sinergi global demi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Mengusung tema “Indonesia Preserving Green Nature and Cultural Heritage for The World,” BBTF 2025 menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab serta menjaga kelestarian lingkungan dan warisan budaya.
Ajang ini diikuti oleh 529 pembeli dari 45 negara serta 499 pelaku usaha pariwisata dari dalam dan luar negeri, termasuk 11 provinsi di Indonesia.
Baca Juga: Jimin & Jungkook Kembali dari Wamil, Countdown Reuni BTS Dimulai
Menteri Pariwisata Widiyanti menyampaikan bahwa BBTF bukan sekadar pameran dagang, melainkan sarana strategis untuk mendorong pola perjalanan baru dan memperluas jangkauan destinasi.
“BBTF menjadi wadah kolaborasi untuk mempromosikan potensi pariwisata Indonesia kepada dunia, sekaligus mendorong pergerakan wisatawan ke wilayah-wilayah dengan potensi besar yang belum tergarap maksimal,” ujar Widiyanti.
Program Bali and Beyond yang diperkenalkan sejak 2024 juga turut diperkuat dalam ajang ini, dengan fokus pada kawasan Bali Raya seperti Jembrana, Buleleng, dan Banyuwangi.
Wilayah-wilayah tersebut diharapkan menjadi destinasi alternatif yang mampu mengurangi beban pariwisata di Bali Selatan serta memperluas manfaat ekonomi secara merata.
Selain memperkenalkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Kawasan Pariwisata Regeneratif, paviliun Wonderful Indonesia yang dikurasi bersama Bank Indonesia turut menampilkan potensi destinasi unggulan seperti Desa Pentingsari, Wae Lolos, dan Kelawi yang mewakili kekayaan budaya dan keindahan alam Indonesia Timur.
Ketua ASITA Bali sekaligus Ketua Penyelenggara BBTF 2025, I Putu Winastra, menambahkan bahwa BBTF tahun ini menekankan tiga kekuatan utama: post-tour experiences yang mendalam, proses kurasi pembeli yang ketat dan profesional, serta cakupan promosi menyeluruh terhadap destinasi-destinasi di seluruh Indonesia.
“BBTF adalah momentum penting untuk menjalin kemitraan jangka panjang di sektor pariwisata dan MICE, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai destinasi yang memiliki daya saing dan karakter kuat di tingkat global,” tegas Menteri Widiyanti.
Dengan target transaksi sebesar Rp7,84 triliun, BBTF 2025 diharapkan dapat menjadi katalis dalam mencapai target 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2025.
BBTF 2025 mencerminkan semangat kolaboratif Indonesia dalam membangun masa depan pariwisata yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.***