berita

Gerakan Wisata Bersih Danau Toba: Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Destinasi Kelas Dunia yang Berkelanjutan

Rabu, 7 Mei 2025 | 09:33 WIB
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa dalam sambutannya di Danau Toba, Senin (5/5/2025). (Foto: kemenpar.go.id)

 

WartaPesona.com- Gerakan Wisata Bersih Danau Toba: Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Destinasi Kelas Dunia yang Berkelanjutan
Danau Toba, 5 Mei 2025 – Kementerian Pariwisata terus menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan melalui inisiatif nyata di lapangan.

Salah satunya ditandai dengan pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih (GWB) di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara—sebuah langkah konkret yang memperkuat komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi pariwisata nasional.

Dalam pelaksanaan GWB, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Penguatan Layanan Haji 1446 H: Menag Tegaskan Komitmen Inklusif dan Inovatif bagi Jemaah Indonesia

“Ini adalah gerakan kolektif, bentuk gotong-royong nyata agar destinasi wisata kita semakin berkualitas dan diminati wisatawan mancanegara,” ujarnya dalam sambutan di Pantai Bebas Parapat.

Aksi Nyata di Dua Titik Strategis
Gerakan ini dilaksanakan di dua lokasi penting, yakni Amphiteater Waterfront City Pangururan (4 Mei 2025) dengan sekitar 340 peserta, dan Pantai Bebas Parapat (5 Mei 2025) yang melibatkan lebih dari 500 peserta.

Kegiatan mencakup aksi bersih-bersih massal, edukasi pengelolaan sampah berbasis komunitas, penyediaan fasilitas kebersihan, serta pelibatan langsung masyarakat dan komunitas lokal.

Baca Juga: Inovasi Energi dari Sampah: Desa Wisata Hariara Pohan Jadi Teladan Pariwisata Berkelanjutan di Danau Toba

Tidak hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, program ini juga berfungsi sebagai sarana peningkatan kesadaran masyarakat lokal terhadap pentingnya menjaga reputasi dan kenyamanan destinasi wisata.

Pendorong Peningkatan Peringkat Global
Indonesia baru-baru ini mencatatkan peningkatan signifikan dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI), naik dari peringkat 32 ke 22 secara global. Namun, aspek health and hygiene masih menjadi tantangan.

Melalui GWB, Kemenpar berharap dapat memperbaiki kinerja dalam pilar tersebut, sekaligus memperkuat daya saing destinasi di mata dunia.

Baca Juga: Menjaga Momentum, Mewujudkan Transformasi: Laporan Kinerja Pariwisata Indonesia Maret–April 2025

“Citra bersih dan sehat menjadi syarat utama dalam membangun destinasi pariwisata kelas dunia,” tambah Wamenpar.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB