Inovasi Energi dari Sampah: Desa Wisata Hariara Pohan Jadi Teladan Pariwisata Berkelanjutan di Danau Toba

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Selasa, 6 Mei 2025 | 13:34 WIB
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa usai meninjau tempat pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) di Desa Wisata Hariara Pohan, Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara, (4/5/2025). (Foto: kemenpar.go.id)
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa usai meninjau tempat pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) di Desa Wisata Hariara Pohan, Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara, (4/5/2025). (Foto: kemenpar.go.id)

 

Okocenews.com- Samosir, 4 Mei 2025 — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengunjungi Desa Wisata Hariara Pohan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dan memberikan apresiasi tinggi atas langkah inovatif desa ini dalam mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui teknologi pirolisis.

Inisiatif ini menjadikan desa tersebut sebagai contoh nyata pelaksanaan pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sejak mengikuti program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, Desa Hariara Pohan mulai menerapkan pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara terstruktur.

Baca Juga: Menjaga Momentum, Mewujudkan Transformasi: Laporan Kinerja Pariwisata Indonesia Maret–April 2025

Tak hanya meminimalisasi pencemaran lingkungan, program ini juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi solar untuk keperluan mesin pertanian dan pengolahan makanan lokal.

“Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal martabat destinasi wisata.

Desa Hariara Pohan membuktikan bahwa solusi lokal bisa menghasilkan dampak global,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa dalam kunjungannya.

Baca Juga: MBG sebagai Pilar Ketahanan Bangsa: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Investasi Gizi untuk Generasi Emas

Upaya ini turut mendapat dukungan dari mitra strategis seperti PT Astra dan GoTo Foundation yang membantu penyediaan infrastruktur, pelatihan, hingga pengembangan program “Sopo Pangan”—kegiatan pengolahan pangan sisa menjadi produk bernilai jual, seperti bolu dari labu, ubi, dan cokelat lokal.

Dengan pengolahan hampir 7.000 kg sampah plastik yang menghasilkan lebih dari 200 liter solar, Desa Hariara Pohan berhasil menunjukkan integrasi antara inovasi teknologi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bahkan, desa ini telah menjadi rujukan dalam pelaksanaan “Gerakan Wisata Bersih” (GWB) 2025, program prioritas Kementerian Pariwisata untuk menciptakan destinasi yang sehat dan hijau.

Baca Juga: Sidang Kabinet Paripurna: Presiden Prabowo Tegaskan Konsolidasi Nasional Menuju Pemerintahan yang Efektif

Langkah Desa Hariara Pohan tidak hanya memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga menginspirasi desa-desa lain untuk membangun masa depan yang berkelanjutan melalui kolaborasi, kesadaran lingkungan, dan inovasi masyarakat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB
X