Okocenews.com- Samosir, 4 Mei 2025 — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengunjungi Desa Wisata Hariara Pohan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dan memberikan apresiasi tinggi atas langkah inovatif desa ini dalam mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui teknologi pirolisis.
Inisiatif ini menjadikan desa tersebut sebagai contoh nyata pelaksanaan pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sejak mengikuti program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, Desa Hariara Pohan mulai menerapkan pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara terstruktur.
Baca Juga: Menjaga Momentum, Mewujudkan Transformasi: Laporan Kinerja Pariwisata Indonesia Maret–April 2025
Tak hanya meminimalisasi pencemaran lingkungan, program ini juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi solar untuk keperluan mesin pertanian dan pengolahan makanan lokal.
“Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal martabat destinasi wisata.
Desa Hariara Pohan membuktikan bahwa solusi lokal bisa menghasilkan dampak global,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa dalam kunjungannya.
Upaya ini turut mendapat dukungan dari mitra strategis seperti PT Astra dan GoTo Foundation yang membantu penyediaan infrastruktur, pelatihan, hingga pengembangan program “Sopo Pangan”—kegiatan pengolahan pangan sisa menjadi produk bernilai jual, seperti bolu dari labu, ubi, dan cokelat lokal.
Dengan pengolahan hampir 7.000 kg sampah plastik yang menghasilkan lebih dari 200 liter solar, Desa Hariara Pohan berhasil menunjukkan integrasi antara inovasi teknologi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bahkan, desa ini telah menjadi rujukan dalam pelaksanaan “Gerakan Wisata Bersih” (GWB) 2025, program prioritas Kementerian Pariwisata untuk menciptakan destinasi yang sehat dan hijau.
Langkah Desa Hariara Pohan tidak hanya memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga menginspirasi desa-desa lain untuk membangun masa depan yang berkelanjutan melalui kolaborasi, kesadaran lingkungan, dan inovasi masyarakat.***
Artikel Terkait
Kemenpar Ajukan Tambahan Anggaran Rp2,25 Triliun Untuk Optimalkan Program Pariwisata Berkelas Dunia
Kolaborasi Menyambut Wisman 2025: Kemenpar Perkuat Tiga Pintu Masuk Utama Indonesia